Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Pelabuhan Kuala Tanjung Siap Dioperasikan

Jumat 08 Jun 2018 09:49 WIB

Red: Budi Raharjo

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Bambang Eka Cahyana

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Bambang Eka Cahyana

Foto: Budi Raharjo
Direncanakan, soft launching dermaga bongkar muat dan kargo akan dilakukan Juli 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara, siap dioperasikan dan direncanakan bakal diresmikan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) telah mengajukan izin operasional pelabuhan dengan terminal Multipurpose itu kepada Kementerian Perhubungan.

Pelindo I juga akan menggelar beauty contest untuk menyaring mitra pendamping yang akan mengoperasionalkan Pelabuhan Kuala Tanjung. "Kita tinggal menunggu izin operasi dari Kemenhub, semua persyaratan sudah lengkap," ujar Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Bambang Eka Cahyana di Jakarta Jumat (8/6).

Dari sisi laut, Bambang mengatakan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung sudah selesai 100 persen. Sedangkan dari sisi darat terutama terkait pembangunan akses jalan, pembangunannya sudah mencapai 86,82 persen. Sedangkan untuk peralatan, akan tiba tiga unit ST crane untuk bongkar muat pada Agustus mendatang.

Pengoperasian pelabuhan yang terletak di Kabupaten Batubara ini, ujar Bambang, sedikit molor dari target awal. Semula direncanakan pada kuartal II atau April lalu. Ada beberapa kendala yang dihadapi perseroan saat pembangunannya. "Yang terbesar faktor alam," ujar dia.

Dermaga multipurpose itu dibangun sejauh 2,8 kilometer dari bibir pantai. Semula diperkirakan, ketinggian dermaga itu dari dasar laut sekitar 40-60 meter. Kenyataannya, ketinggian mencapai 60-80 meter. Akibatnya semua rangkaian pembangunan mengalami kemunduran.

Ada pula masalah klasik pembebasan lahan terkait akses jalan. Dari 17 hektare lahan yang dipakai untuk keperluan pelabuhan ini, ada 2.200 meter persegi yang terbentur klaim masyarakat. "Namun, semuanya sudah dapat kita selesaikan," ujar Bambang.

Direncanakan, soft launching dermaga bongkar muat dan kargo akan dilakukan pada Juli 2018. Sedangkan uji coba penyandaran kapal sudah dilakukan sejak 5 April lalu. Pelabuhan sudah menerima kedatangan kapal pesiar yang sampai 31 Mei lalu tercatat sudah sebanyak 5 kapal. "Dalam waktu dekat akan masuk lagi satu kapal pesiar," kata Bambang.

Melihat tingginya animo kapal pesiar bersandar di Palabuhan Kuala Tanjung, Bambang mengungkapkan, Pelindo I segera membangun dermaga khusus untuk kapal pesiar. Direncanakan, pembangunan dermaga kapala pesiar itu akan dimulai tahun depan. Untuk sementara, kapal pesiar saat ini menumpang sandar di terminal kargo.

Membangun dermaga pesiar, ujar Bambang, tidak membutuhkan biaya besar dan lebih mudah. Diperkirakan, biayanya hanya sekitar Rp 160 miliar. Ada pun total investasi untuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sebesar Rp 4 triliun.

Pelabuhan Kuala Tanjung mempunyai kapasitas peti kemas sebanyak 600 ribu TEUs per tahun, 3,5 juta ton curah kering, dan 1,5 juta ton curah basah. Palabuhan memiliki dermaga sepanjang 1.000 meter.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES