Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

H-10 Lebaran, Bandara Kertajati Bisa Layani Mudik

Kamis 24 May 2018 06:50 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan mengenai persiapan kesiapan Bandara Kertajati usai buka bersama dengan asosiasi transportasi daring di kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (23/5).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan mengenai persiapan kesiapan Bandara Kertajati usai buka bersama dengan asosiasi transportasi daring di kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (23/5).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Sudah ada beberapa maskapai yang membuka penerbangan reguler dari bandara tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, bisa melayani mudik tahun ini. Budi menjelaskan, sudah ada beberapa maskapai yang membuka penerbangan reguler dari bandara tersebut.

"Yang maskapai sudah positif ada Lion Air, Citilink, dan Wings Air. Itu yang (penerbangan) reguler," kata Budi setelah berbuka puasa bersama dengan asosiasi transportasi daring di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (23/5).

Dengan adanya penerbangan reguler tersebut, Bandara Kertajati sudah bisa melayani mudik tahun ini. Setelah penerbangan perdana besok (24/5), menurut Budi, beberapa maskapai sudah mulai menjual tiket. "Kalau tidak salah, Citilink sudah (menjual tiket dengan penerangan dari dan ke Bandara Kertajati--Red). Maskapai lain, saya pikir kalau sudah begitu akan segera jalan," kata Budi.

Budi mengatakan sudah ada lima penawaran rute, yaitu Kertajati-Denpasar, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Ujung Pandang, Kertajati-Balikpapan, dan Kertajati-Medan. Nantinya, lanjut Budi, maskapai bisa memilih mana rute yang diminati. "Yang Citilink, (rute) Surabaya kayaknya. Lion Air ke Bali kalau enggak salah, kalau Wings Air saya belum tahu. Garuda belum," ungkap Budi.

Namun, bukan berarti mulai Kamis (24/5) penerbangan reguler sudah bisa dilakukan. Sebab, menurut Budi, maskapai harus menjual tiket terlebih dahulu sehingga H-10 Lebaran sudah bisa memulai penerbangan untuk mudik. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES