Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Penumpang Kapal Laut Diprediksi Meningkat Lima Persen

Kamis 17 May 2018 21:59 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah penumpang menuruni kapal Pelni Gunung Dempo ketika berlabuh di Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/6).  (Antara/Zabur Karuru)

Sejumlah penumpang menuruni kapal Pelni Gunung Dempo ketika berlabuh di Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/6). (Antara/Zabur Karuru)

Foto: Antara/Zabur Karuru
Jelang mudik, Pelni siapkan 26 armada kapal penumpang ukuran besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelni (Persero) memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang kapal laut sebesar lima persen dalam musim mudik di Lebaran tahun ini. Angka itu sedikit lebih kecil dibanding realisasi jumlah penumpang pada periode sebelumnya yang tumbuh enam persen.

"Tahun lalu kita prediksi akan minus dua persen, ternyata malah meningkat enam persen," ujar Direktur Armada PT Pelni Muhammad Tukul Harsono, saat meninjau KM. Gunung Dempo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/5).

Tahun ini, Pelni menyiapkan 26 armada kapal penumpang ukuran besar untuk melayani pemudik menuju kampung halaman. Kapal-kapal tersebut akan singgah di 91 pelabuhan di Indonesia. Selain itu, Pelni juga menyediakan 47 armada kapal perintis yang melayani trayek ke pulau-pulau kecil di penjuru Indonesia.

Tukul Harsono melanjutkan, ada sejumlah trayek favorit yang biasanya selalu penuh saat mudik Idul Fitri, antara lain Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Balikpapan-Surabaya dan Manokwari-Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik, Pelni melakukan re-routing ke ruas-ruas yang padat tersebut.

"Kami tidak menambah armada, tapi menambah frekuensi pada ruas padat penumpang dengan melakukan re-routing kapal," kata Tukul Harsono.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni, OM. Sodikin, menambahkan angkutan Lebaran dengan kapal Pelni akan berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 31 Mei hingga 30 Juni. "Masa angkutan Lebaran dengan kapal laut lebih lama dibanding angkutan darat dan udara." ujarnya.

Puncak arus mudik dengan kapal laut diperkirakan terjadi pada H-4. Sementara, puncak arus balik diprediksi jatuh pada H+15.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES