Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

5 Cara Atur Keuangan Usaha Kecil Menghindari Kerugian

Selasa 01 Mei 2018 10:12 WIB

Red: Budi Raharjo

Pekerja menyelesaikan pembuatan garam gandu tradisional di Kampung Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/2). Akibat Pemerintah memutuskan impor garam sebanyak 3,7 juta ton secara bertahap untuk kebutuhan garam industri, menyebabkan pelaku usaha industri kecil garam sulit memasarkan barang

Pekerja menyelesaikan pembuatan garam gandu tradisional di Kampung Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/2). Akibat Pemerintah memutuskan impor garam sebanyak 3,7 juta ton secara bertahap untuk kebutuhan garam industri, menyebabkan pelaku usaha industri kecil garam sulit memasarkan barang

Foto: Adeng Bustomi/Antara
Pada usaha kecil sangat sulit dilakukan penekanan terhadap biaya pengeluaran

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bagian keuangan menjadi bagian yang sensitif bagi dunia usaha, terlebih lagi pada usaha kecil. Untuk usaha yang baru didirikan, keuangan harus diperhatikan dengan teliti terkait pengeluaran dan pemasukan.

Setiap usaha sejatinya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Karena itu, menjadi catatan penting bagi Anda untuk terus mengendalikan pengeluaran dan pemasukan agar tetap seimbang.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengaturan keuangan usaha kecil, yakni kebutuhan yang harus tersedia dan jumlah keuntungan yang ditargetkan. Pada usaha kecil, sangat sulit dilakukan penekanan terhadap biaya pengeluaran, mengingat segala sesuatu terkesan sedang sangat dibutuhkan.

Dikutip dari Cermati.com, ulasan berikut ini akan menjelaskan bagaimana cara atur keuangan usaha kecil untuk menghindari kerugian.

1. Keuangan Usaha Hanya Ditujukan untuk Kepentingan Usaha

Bagi seorang pemilik usaha, sangat dilarang untuk menganggap sepele hal ini. Mungkin karena pemiliknya yang sama sehingga mencampuradukan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Jika Anda membutuhkan sesuatu yang bersifat pribadi, gunakanlah uang pribadi bukan hasil penjualan dari usaha.

Awalnya, permasalahan ini akan tampak biasa saja. Namun, seiring berjalannya waktu, proses perhitungan di dalamnya akan semakin rumit karena semakin banyaknya pengeluaran juga pemasukan yang harus dihitung.

2. Diskusikan Kerja Sama yang Dibuat agar Saling Menguntungkan

Sebelum menyepakati sebuah perjanjian dengan mitra, ada baiknya jika Anda benar-benar memahami isi kontrak yang akan ditandatangani tersebut. Lebih baik lagi jika Anda masih bisa melakukan negoisiasi terkait pembayaran dan pengiriman material yang diperlukan perusahaan Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk menerapkan sistem denda agar segala sesuatunya terjadi dengan tepat waktu tanpa ada kesengajaan keterlambatan. Seperti yang telah diketahui, keterlambatan sangat berakibat fatal pada performa pekerja Anda dan juga dapat menurunkan kepuasan pelanggan Anda.

3. Disiplin Bayar Cicilan

Anda mungkin adalah seseorang yang menggunakan kartu kredit di mana layanan kredit yang sedang Anda gunakan juga menerapkan sistem denda bagi mereka yang terlambat membayar tagihannya. Begitu juga dengan Anda. Semakin lama Anda membayar tagihan tersebut, bunga yang dikenakan pada Anda juga akan semakin banyak.

Hal ini tentu dapat berakibat buruk pada kondisi keuangan usaha kecil Anda. Terlebih lagi jika sumber pendapatan Anda satu-satunya adalah usaha kecil tersebut. Pasti akan berdampak pada jumlah modal yang bisa dikeluarkan pada bulan ini.

Dengan disiplin membayar cicilan, juga dapat  membuat Anda semakin mudah dalam mempelajari dokumen-dokumen keuangan usaha Anda karena tagihan-tagihan usaha sudah dilunasi.

4. Efisiensi dalam Urusan Keuangan

Baik dalam masalah individual maupun masalah usaha, ternyata efisiensi adalah sebuah keharusan. Efisiensi bukan berarti pelit mengeluarkan uang untuk semua hal. Akan tetapi, efisiensi berarti mengalokasikan seluruh biaya secara tepat dengan tidak membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

Karena itu, tidak ada salahnya juga untuk membeli perlengkapan usaha yang bekas. Selagi masih bagus dan layak, kenapa tidak? Dengan begitu, Anda bisa membelanjakan uang tersebut dengan perlengkapan yang lebih banyak lagi, yang tentunya juga Anda perlukan.

5. Tingkatkan Terus Pengetahuan dan Kemampuan dalam Akuntansi

 

Walaupun sesungguhnya Anda tidak harus menjadi seorang master dalam akuntansi, mengerti akuntansi adalah sebuah keharusan bagi Anda. Anda tentunya tidak bisa menyuruh seseorang melakukan sesuatu yang sama sekali tidak Anda ketahui. Sebab pada akhirnya, Anda harus memeriksa kinerja seseorang tersebut.

Ketika terjadi kesalahan, pekerja Anda tersebut pasti mengajak Anda untuk berdiskusi. Dengan begitu, agar komunikasi tetap terjaga dengan baik, Anda harus mempelajari ilmu tersebut.

Biasakan Disiplin dalam Mengatur Keuangan

Disiplin tidak hanya dipelajari di bangku sekolah saja, tetapi juga hingga Anda bekerja. Banyak hal terkait disiplin yang harus Anda terapkan, seperti disiplin dalam membayar tagihan, disiplin dalam jadwal kegiatan perusahaan, disiplin dalam mengatur keuangan, dan lain sebagainya.

Karena itu, bentuklah kepribadian Anda menjadi seorang yang disiplin agar usaha kecil yang sedang Anda pimpin saat ini bisa berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA