Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Apindo Jabar Nilai Revolusi Industri Timbulkan Pengangguran

Senin 23 April 2018 15:33 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang siswa membuat roti saat ujian kompetensi keahlian pengolahan hasil pertanian di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/4).

Seorang siswa membuat roti saat ujian kompetensi keahlian pengolahan hasil pertanian di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/4).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
lulusan SMA dan SMK yang akan mencari kerja harus memiliki sertifikasi keahlian.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Adanya revolusi industri jilid 4 membuat beberapa pihak khawatir. Ketua Apindo Jawa Barat Dedy Widjaja menilai revolusi industri jilid 4 akan menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, Apindo mendorong pemerintah melakukan sinergitas dengan pelaku usaha menyiapkan langkah antisipasi.

"Banyak yang akan di-PHK. Hal ini harus segera diselesaikan, salah satunya dengan sertifikasi kompetensi," ujar Dedy di Gedung Sate, Senin (23/4).

Dedy mengatakan, lulusan SMA dan SMK yang akan mencari kerja harus memiliki sertifikasi keahlian agar punya daya saing dan tidak tergerus oleh mesin dan robot. Jadi, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) tidak akan sanggup memenuhi tingginya kebutuhan sertifikasi kompetensi para pekerja.

Oleh karena itu, Dedy mengatakan, pelaku industri dan pengusaha swasta lainnya siap mendukung pemerintah untuk ikut menyediakan lembaga sertifikasi profesi (LSP). "Industri harus dilibatkan, bisa kerja sama dengan Dinas Pendidikan karena pengelolaan SMA/SMK ada di tangan Pemprov," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB