Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Bio Farma Harap Santri Jadi Messenger Kesehatan Masyarakat

Kamis 19 Apr 2018 21:01 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Budi Raharjo

Peserta kegiatan Santri Sehat 2018 bersama Bio Farma.

Peserta kegiatan Santri Sehat 2018 bersama Bio Farma.

Foto: Republika
Santri dipancing agar lebih meningkatkan minatnya terhadap keilmuan medis

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Produsen vaksin dan antisera Bio Farma menutup rangkaian road show program santri sehat 2018 untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Road show terakhir Bio Farma digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Islam Assalam, Solo, pada Kamis (19/4).

Sebelumnya kegiatan yang bekerja sama dengan Republika itu juga digelar di beberapa pondok pesantren lainnya seperti Mambaus Sholihin Islamic Boarding Shool Gersik, Ponpes Tebu Ireng Jombang, dan Ponpes Pabelan, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati pekan imunisasi dunia 24 sampai 30 April.

Haed ofExternal Communication Bio Fatma, Edwin Pringadi mengatakan dengan kegiata ntersebut Bio Farma berupaya untuk mengedukasi santri tentang dunia kesehatan Santri diharapkan dapat mengetahui pentingnya menjaga kesehatan baik di lingkungan tempat tinggal, pesantren dan lingkungan sekolahan.

"Kami juga berharap santri menjadi messenger untuk keluarga dan masyarakatnya (menyampaikan) tentang pentingnya kesehatan, dan yang paling penting adalah mengerti tentang vaksin itu sendiri," tutur Edwin kepada Republika.

Dari rangkaian road show yang dimulai sejak 18 April lalu, Edwin melihat para santri dari empat pesantren yang dikunjungi sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Bio Farma bersama Republika. Terlebih, Bio Farma memotivasi santri agar dapat membuat artikel tentang dunia kesehatan.

Bio Farma menyediakan beasiswa bagi santri yang bisa membuat artikel terbaik. Tak hanya itu artikel terpilih juga akan dijadikan buku oleh Bio Farma.

Sementara itu dalam kunjungannya ke Ponpes Modern Islam Assalam, Edwin menjelaskan tentang sejarah berdirinya Bio Farma. Sejak berdiri pada 6 Agustus 1890 hingga saat ini Bio Farma telah membuat sembilan produk.

Selain memastikan kebutuhan vaksin untuk imunisasi masyararakat di dalam negeri terpenuhi, Bio Farma pun saat ini telah mengekspor produknya ke 130 negara dunia termasuk 50 negara Islam. Karenanya, dalam kesempatan itu, Edwin pun memancing santri agar lebih meningkatkan minatnya terhadap keilmuan medis.

"Saya ingin mengajak santri-santri yang ingin menjadi dokter, farmasi bisa bergabung dengan Bio Farma," katanya.

Road show terakhir Bio Farma diisi dengan pemberian materi seputar vaksinasi oleh Dosen Fakultas Kedokteran UGM yang juga berprofesi sebagai Dokter di RSUP DrSardjito, DR R Soetomo S.P.A (K) Ph.d. Selain itu ratusan santri Ponpes modern Islam Assalam pun mendapatkan pelatihan jurnalistik yang diisi Redaktur Harian Republika, Fernan Rahardi.

Tak hanya mendengarkan materi, penuh semangat santripun mengikuti lomba menulis opini tentang kesehatan. Beberapa santri dengan tulisan terbaik pun memperoleh hadian menarik yang disiapkan Bio Farma.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan Ponpes Modern Islam Assalam, Arkanuddin Budianto mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Bio Farma dan Republika. Menurutnya kegiatan tersebut bermanfaat untuk mendorong anak lebih mengetahui tentang dunia kesehatan.

"Karena kita harus banyak mengetahui informasi, bagaimana menjaga kesehatan. Edukasi ini agar santri mendapatkan tambahan ilmu tentang kesehatan terrkait vaksin," kata Arkanuddin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA