Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Implementasi Industri 4.0 akan Libatkan Pesantren

Selasa 17 April 2018 10:40 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Winda Destiana Putri

Pesantren

Pesantren

Foto: Arief Priyoko/Antara
Pesantren memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian industri nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian akan melibatkan kalangan pesantren dalam mengimplementasikan pengembangan industri generasi ke-empat, atau yang juga dikenal dengan istilah industri 4.0. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, agar santri siap menyongsong era revolusi industri 4.0, mereka akan dilibatkan dalam pelatihan industri berbasis ekonomi digital.

"Nanti yang kami dorong terus adalah program Santripreneur dan digitalisasi ekonomi ke pesantren-pesantren," ujarnya.

Menperin meyakini, pondok pesantren memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian industri nasional. Karenanya, pesantren juga ikut dilibatkan dalam program pengembangan industri 4.0.

Airlangga menambahkan, program Santripreneur sendiri dilaksanakan berbasis pada Business Process Outsourcing (BPO), Joint Operation, dan Capacity Building. Program ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) di dalam negeri.

Sektor IKM ini dominan dalam populasi industri di Indonesia. Apalagi, IKM turut mendorong visi pemerintah menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Menperin.

Pemerintah memperkirakan, pada 2017, jumlah IKM telah mencapai 182 ribu unit usaha dengan serapan tenaga kerja sebanyak 400 ribu orang. Pada 2019, pemerintah menargetkan ada 20.000 wirausaha baru dari sektor IKM.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA