Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Harga BBM tak Naik, Pertamina: Masih Bisa Efisiensi

Senin 12 Mar 2018 16:07 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

Pengendara mengisi BBM di SPBU Pertamina

Pengendara mengisi BBM di SPBU Pertamina

Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara
Walaupun harga BBM tak naik, Pertamina berharap bisa tetap profit.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Direktur Investasi, Perencanaan dan Management Resiko, PT Pertamina (Persero), Gigih Prakoso menilai langkah efisiensi tetap harus dilakukan oleh Pertamina. Hal ini menyusul keputusan pemerintah yang tidak akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar hingga akhir 2019 mendatang.

Gigih menjelaskan, dengan keputusan tersebut Pertamina masih bisa berjalan, meski ia mengakui tetap harus melakukan langkah efisiensi dan efektifitas kerja. Ia juga tak ragu meski keputusan pemerintah akan memengaruhi kondisi keuangan Pertamina. Namun dia menilai Pertamina harus tetap melakukan efisiensi.

"Masih bisa efisiensi. Ya efisiensi di segala lini. Dari mulai procurement, dari sisi pengadaan, banyak hal," ujar Gigih di Kantor Pusat Pertamina, Senin (12/3).

Namun, Gigih mengatakan, untuk bisa tetap menjalankan investasi, pihaknya tetap meminta dukungan pemeirintah dengan melunasi piutang Pertamina. Dengan pemerintah melunasi utang-utangnya kepada Pertamina, maka cash flow Pertamina bisa terus berjalan.

"Walaupun harga BBM tidak naik mudah-mudahan kita masih bisa pertahankan supaya kita profit. Cash flow kita tetap bicara dengan pemerintah supaya tagihan-tagihan bisa dibayar. Dengan demikian investasi masih ada investasi, bisa kita alokasikan investasi," ujar Gigih.

Ia menjelaskan persoalan investasi, terutama pada hulu migas porsinya tidak bisa dikurangi. Sebab, saat ini posisi produksi dalam negeri terus digenjot, maka Pertamina juga perlu mencari cadangan baru dan menjaga efektifitas kilang. Investasi di sektor hulu menurutnya sangat penting untuk dijaga.

"Karena investasi tidak boleh berhenti, terutama untuk di hulu peningkatan produksi, untuk pembangunan kilang, di pemasaran untuk infrastruktur, juga di gas perlu dibangun," tutup Gigih.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA