Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

PTPP Garap Proyek Jembatan Holtekamp Senilai Rp 1,27 Triliun

Kamis 22 February 2018 21:58 WIB

Red: Citra Listya Rini

Pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura.

Pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura.

Foto: Dok. PTPP
Proses pembangunan Jembatan Holtekamp Jayapura sempat terhenti terkait moratorium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- PT PP (Persero) Tbk saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura. Jembatan Holtekamp menghubungkan daratan Holtekamp dengan daratan Hamadi.

Panjang bentang utama jembatan mencapai 433 meter, sedangkan jembatan bentang pendekat mencapai 900 meter. Sumber dana megaproyek pembangunan Jembatan Holtekamp berasal dari APBN dan APBD setempat dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,27 triliun yang dikerjakan Konsorsium PP-HK-NK sebagai kontraktor utama.

Presiden Direktur PTPP Tumiyana menyatakan, Jembatan Holtekamp dikerjakan dengan metode yang kali pertama dilakukan di Indonesia, yaitu metode strand lifting (full span). Metode ini mempertimbangkan faktor risiko kegempaan di lokasi proyek yang tergolong tinggi, sehingga akan sangat riskan bila proses pelaksanaan dikerjakan sepenuhnya di site.

Konsep utama metode ini adalah mengerjakan proses pemasangan secepat mungkin untuk mengurangi risiko gempa yang terjadi. Mengingat faktor risiko tersebut, pekerjaan pengelasan baja bentang utama secara segmental dilakukan di Pasuruan oleh PT Bromo Steel Indonesia, anak usaha dari PT Boma Bisma Indra (Persero).

Sedangkan final assembly atau perangkaian seluruh segmen menjadi rangka jembatan utuh dan loadout dilakukan di workshop PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, yang memiliki fasilitas memadai dan dilengkapi pelabuhan.

"Proyek Jembatan Holtekamp merupakan contoh sinergi BUMN dengan Konsorsium PTPP, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor utama," kata Tumiyana dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (22/2).

Pekerjaan pengelasan baja bentang utama secara segmental oleh PT Boma Bisma Indra (Persero), sedangkan final assembly dan loadout dilakukan di workshop PT PAL Indonesia (Persero).

Dikatakan Tumiyana, proses pengangkatan dan pemasangan center span di pembangunan Jembatan Holtekamp Jayapura sempat terhenti terkait adanya moratorium atau penghentian sementara pekerjaan konstruksi layang (elevated). Dengan adanya instruksi tersebut, beberapa proyek harus dihentikan sementara termasuk Jembatan Holtekamp.

"Proyek Jembatan Holtekamp direncanakan melakukan pengangkatan dan pemasangan center span seberat 2.000 ton dengan dimensi tinggi 20 meter, lebar 26 meter, dan panjang 112,5 meter pada Rabu (21/02), saat kondisi cuaca dan ombak diperkirakan baik," ujar Tumiyana,

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pemasangan rangka jembatan dilanjutkan karena sudah dievaluasi dan diuji oleh Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan. Hasil evaluasi tersebut menyatakan pemasangan rangka baja jembatan layak untuk terus dilanjutkan.

Arie yang juga menjabat sebagai salah satu Komisaris PTPP itu menambahkan, Jembatan Holtekamp menjadi proyek infrastruktur dengan pekerjaan layang pertama yang boleh kembali dilanjutkan setelah adanya instruksi penghentian sementara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES