Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Jokowi tak Bosan Minta Investasi dan Ekspor Terus Digenjot

Selasa 13 Februari 2018 03:10 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Budi Raharjo

Kendaraan melintas diantara peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Ahad (7/1).

Kendaraan melintas diantara peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Ahad (7/1).

Foto: Republika/Prayogi
Indonesia harus bisa memperbaiki iklim kemudahan berusaha brinvestasi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Joko Widodo seakan tak bosan menyampaikan keinginannya agar seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari segi investasi dan ekspor. Sebab dua sektor ini dinilai bisa menjadi kunci dalam menggerakan roda perekonomian Indonesia.

Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, untuk meningkatkan dua sektor ini maka Indonesia harus bisa memperbaiki iklim kemudahan berusaha berinvestasi mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah. Terlebih kemudahan berusaha ini sudah lama ditunggu oleh para pelaku usaha.

"Kita sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah hampir sama dengan kita. Jika kita terlambat artinya kita ditinggal. Dan investasi akan beralih ke negara-negara yang menawarkan iklim yang lebih baik. Padahal kita membutuhkan tambahan lapangan pekerjaan baru, untuk mengatasi pengangguran yang ada," ujar Jokowi dalam rapat paripurna, Senin (12/2).

Selain invetasi, Jokowi juga mengingatkan bahwa sektor ekspor memiliki kontribusi yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 20,37 persen. Angka ini masih kecil dan harus ditinggatkan kembali dengan berbagai terobosan baru, salah satunya percepatan hambatan bagi para eksportir.

Di sisi lain, mantan Walikota Solo ini meminta agar pelaku usaha dan BUMN juga dilibatkan dalam menggarap pasar ekspor nontradisional. Jokowi sudah mengintruksikan kepada Kementerian Luar Negeri agar bisa menggelar pameran di negara nontradisional berpenduduk besar seperti Pakistan, Bangladesh, dan sejumlah negara lain di Benua Afrika dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

"Para duta besar, Konjen, Atase Perdagangan juga harus memperkuat diplomasi. Mereka menjadi ujung tombak promosi, peluang investasi, dan harus jeli melihat peluang ekspor dari negara kita," ujar Jokowi.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV mampu tumbuh mencapi 5,19 persen. Dengan bayangan trand ekonomi pada 2018 yang akan menggeliat maka Jokowi yakin perbaikan ekonomi dibarengi dengan perluasan ekspor bisa ikut naik.

Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga diharap makin membaik sejalan dengan program padat karya tunai yang telah digulirkan di sejumlah daerah. Sejauh ini beberapa Kementerian sudah mulai menjalankannya seperti PUPR dan Kementerian Desa. Diharap program serupa bisa dijalankan Kementerian dan Lembaga lai sehingga konsumsi rumah tangga bisa merata kenaikannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA