Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Pemda dan Pemprov Papua Buat BUMD untuk Serap Saham Freeport

Jumat 12 Januari 2018 17:44 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

PT. Freeport

PT. Freeport

Foto: Musiron/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua membuat sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD ini nantinya akan berperan untuk mengambil saham Freeport bersama konsosium holding tambang.

Gubernur Papua, Lukas Enambe menjelaskan, perusahaan yang sudah dibentuk sejak tahun lalu ini nantinya akan mengelola bagian 10 persen dari porsi saham PT Freeport Indonesia. Ia menjelaskan, BUMD yang diberi nama PT Papua Divestasi Mandiri ini akan bersama konsorsium holding tambang untuk bisa menyerap saham Freeport hasil divestasi.

Namun, Lukas menjelaskan mekanisme pembagian porsi saham ini masih belum dibicarakan secara detail. Ia mengatakan pihaknya menunggu dari Inalum untuk mendetailkan mekanisme divestasi saham ini.

"Kita belum siapkan apa-apa, kita masih tunggu inalum. Kita bentuk saja BUMD-nya, karena kan kita menerima hasil dari 10 persen itu saja kan. Kita kan memang hanya terima," ujar Lukas di Aula Mezzanie, Kementerian Keuangan, Jumat (12/1).

Lukas menjelaskan BUMD tersebut dibentuk dari komposisi tujuh persen bagian Pemerintah Daerah Mimika dan tiga persen bagian dari Pemerintah Provinsi Papua. Ia juga mengatakan, selama 2017 kemarin pihaknya sudah membuat Perda yang mendukung proses operasional BUMD ini.

"Iya, kita bikin saja satu BUMD, pembagian jelas. kabupaten Mimika tujuh persen, provinsi tiga persen. Kita juga ada hak hak lain. Ada perda kita, kita harus siapkan agar kita bisa dapat hak hak lendere, pajak, royalti," ujar Lukas.

Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunawan Sadikin juga mengatakan untuk bisa melakukan divestasi saham PT Freeport Indonesia, Inalum dan BUMD besutan Pemda dan Pemprov Papua akan bekerja sama. Nantinya, kata Budi, pembiayaan untuk bisa membeli saham Freeport tersebut tidak akan memakai APBN maupun APBD.

Budi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan perhitungan dengan Freeport berapa besaran nilai saham yang akan dibeli. Disatu sisi, pemerintah juga sedang mempertimbangkan opsi membeli participating interest  Rio Tinto (saham milik Rio Tinto di Freeport) agar bisa tetap menjadi saham mayoritas di PT Freeport Indonesia.

"Jadi inalum akan bekerja sama dengan BUMD dan BUMN untuk bisa divestasi ini. Kita bentuk konsorsium dan bersama Pemda akan kita maksimalkan," ujar Budi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES