Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Majikan Pekerja Migran di Singapura Mau Bayar Iuran BPJS TK

Senin 11 Dec 2017 07:02 WIB

Red: Nur Aini

Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura menyatakan ingin ikut program Jaminan Hari Tua (JHT). Hal itu didukung dengan sejumlah majikan di Singapura menyatakan bersedia membayar iuran JHT.

"Ini kondisi yang menggembirakan, pekerja migran ingin ikut JHT, majikan bersedia membayarnya," ujar Dirut BPJS Ketenagakerjaan (TK) Agus Susanto di sela acara peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura di Fort Canning, Singapura, Ahad (10/12).

Dia mengakui, kesediaan majikan tersebut belum bisa mewakili semua majikan di negeri berlambang Merlion (singa berbadan ikan) itu. Sementara, Permenaker Nomor 07/2017 tentang Jaminan Sosial bagi pekerja migran menyatakan kepesertaan JHT bersifat sukarela (tidak wajib).

"Kondisi ini menjadikan kita harus lebih kreatif untuk membuat skema yang dapat menjawab harapan dan keinginan semua pihak," ucap Agus.

Saat ini terdapat 78.789 pekerja migran yang sudah terdaftar di BPJS-TK yang bekerja di sejumlah negara tujuan penempatan. Mereka sebagian besar mengikuti dua program saja, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA