Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Sekali Lagi, Bank BUMN Wajib Buat 'Holding Company'

Selasa 27 November 2012 23:00 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Djibril Muhammad

Bank Indonesia

Bank Indonesia

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mewajibkan bank BUMN membuat perusahaan induk atau holding company. Hal itu setelah bank sentral menerbitkan aturan terkait kepemilikan tunggal (single presence policy).

"Mereka (Bank BUMN) tetap harus ada holding karena tugas holding itu merumuskan tugas bersama," ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, di Jakarta, Selasa (27/11).

Dalam aturan kepemilikan tunggal, bank sentral akan memberi pilihan bagi pemegang saham pengendali yang ingin mendominasi kepemilikan saham di dua bank atau lebih. Pemegang saham pengendali harus membuat perusahaan induk yang membawahi bank-bank atau menyatukan banknya (merger). Pemegang saham juga dapat membentuk financial holding company yang membawahi bank dan lembaga keuangan lain.

Halim mengatakan pihaknya menyerahkan pembentukan perusahaan induk bank BUMN tersebut ke pemerintah. Bank sentral akan mendiskusikan pembentukan perusahaan induk tersebut. "Kami baru mau keluarkan aturan baru. Opsi-opsi kami dengarkan juga," ujarnya.

Perusahaan induk tersebut nantinya akan mengendalikan empat bank BUMN yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN. Menurut Halim, keberadaan perusahaan induk akan membuat operasional bank-bank BUMN lebih terarah dan efisien. "Kami akan melihat kalau ada usulan kementrian," ujar Halim.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES