Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Perusahaan Minyak Arab Saudi Hadiri Penawaran Proyek Kilang Bontang

Rabu 01 Mar 2017 09:11 WIB

Red: Nur Aini

Kilang Bontang

Kilang Bontang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menyebutkan perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco, menghadiri penawaran proyek Project Expose kilang baru "Grass Root Refinery" (GRR) Bontang yang saat ini tengah mencari perusahaan calon mitra strategis untuk diajak kerja sama.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi mengatakan Saudi Aramco sebagai entitas Kerajaan Arab Saudi merupakan salah satu dari 95 perusahaan dari seluruh dunia, baik Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur, Timur Tengah maupun Indonesia yang berpartisipasi dalam penawaran proyek ini. "Kalau saya sebut lebih spesifik, saya lihat dari list-nya tadi ada Rosneft, Saudi Aramco ada. Jadi semua diberikan kesempatan tentu akan dipilih mitra yang paling bagus," kata Rachmad pada konferensi pers "Project Expose GRR Bontag" di Jakarta, Selasa (28/2).

Ia menjelaskan seluruh perusahaan calon mitra diberikan kesempatan yang seluasnya meskipun perusahaan tersebut telah berinvestasi di pembangunan kilang lainnya, seperti di Tuban dan Cilacap. Seperti diketahui, Saudi Aramco telah sepakat menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk proyek pengembangan kilang "Refinery Development Master Plan" (RDMP) Cilacap di Jawa Tengah yang ditargetkan akan selesai setahun lebih cepat dari target awal yakni menjadi 2021.

Rachmad juga berharap dengan kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud beserta delegasi dari Kerajaan Arab Saudi dapat menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait kerja sama RDMP Cilacap yang akan dikembangkan. "Kunjungan ini suasananya lebih ke persahabatan yang sangat dalam. Tentu hal sebaik-baiknya akan di-rise up di situ. Dari yang sekarang ada, proyek dengan kami di RDMP Cilacap, harapan kami tentu dukungan dari Kerajaan Arab Saudi betul-betul bagus," kata dia.

Ia menambahkan dari penawaran proyek ini, Pertamina akan menyaring kembali perusahaan calon mitra yang dinilai paling strategis dengan pertimbangan empat karakteristik yang dikehendaki, yaitu memiliki rekam jejak yang kuat pada industri pengolahan minyak utamanya keandalan operasional dan eksekusi proyek. Selain itu, calon mitra dapat menyesuaikan dengan struktur dan model bisnis yang dikehendaki Pertamina, memiliki keinginan kuat untuk percepatan proyek dan menyelesaikannya pada 2023 serta memberikan nilai menarik bagi proyek GRR Bontang.

Pertamina menargetkan akan memperoleh mitra strategis pada 28 April 2017 dan pembangunan kilang selesai pada 2023. GRR Bontang ditargetkan mampu mengolah minyak mentah sekitar 300 ribu barel per hari (bph) dengan kapasitas produk gasoline minimal 60 ribu bph dan diesel minimal 124 ribu bph. Hasil produksi memiliki spesifikasi minimal Euro IV dengan mengutamakan pasar dalam negeri.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA