Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

100 Ribu Pohon Langka Hijaukan DAS Citarum

Senin 19 December 2016 16:54 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Aliran deras Sungai Citarum

Aliran deras Sungai Citarum

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- PJT II Jatiluhur menanam pohon langka berbagai jenis. Adapun pohon yang ditanam mencapai 100 ribu batang. Pohon tersebut, di antaranya buni, jamblang, cempedak, durian merah, dan maloa. Pohon-pohon langka tersebut, ditanam di wilayah yang menjadi penyangga Waduk Jatiluhur.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro, mengatakan, pohon yang kini sudah langka tersebut ditanam di Desa Pasir Banteng, Kecamatan Sukarasi dan Desa Cikao Bandung, Kecamatan Jatiluhur. Jumlahnya mencapai 40 ribu batang. Kemudian, di daerah Cipariuk dan Pamundingan, sebanyak 40 ribu. Selebihnya, di tanam di sepanjas DAS Citarum yang melintasi Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Subang.

"Penanaman pohon langka ini akan dilanjutkan sampai 2017 mendatang," ujar Djoko, kepada Republika.co.id, Senin (19/12).

Selain pohon, lanjut Djoko, hari ini juga pihaknya melepaskan ratusan unggas langka. Seperti, kerak (jalak), kutilang, perkutut dan tekukur. Serta, menebar benih ikan langka pula. Di antaranya, nila, lalawak dan tembakang.

Satwa dan fauna langka ini, merupakan mahluk hidup endemik Sungai Citarum. Dulu, pepohonan serta satwa ini, banyak dijumpai disepanjang DAS Citarum. Termasuk, di sekitaran Waduk Jatiluhur.

Akan tetapi, saat ini jumlahnya semakin sedikit. Bahkan, nyaris punah. Kondisi itu, disebabkan perburuan liar dan pembalakan hutan. Karenanya, lingkungan di sepanjang DAS Citarum dan Waduk Jatiluhur perlu di recovery. Supaya, flora, fauna, dan satwa endemiknya tetap lestari.

Sementara itu, Asisten Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lucky Korah, mengatakan, saat ini kerusakan lingkungan sudah sangat parah. Karena kerusakan ini, maka harus segera dilakukan penataan kembali. Sebab, bila dibiarkan akan berdampak negatif bagi masyarakat. "Kita juga ingin, tata kelola air diperbaiki," ujar Lucky.

Penataannya bagaimana? Yaitu, dengan menghijaukan lagi daerah-daerah konservasi air. Seperti DAS Citarum dan Waduk Jatiluhur. Semakin hijau dua wilayah ini, maka air yang dihasilkan akan lebih bagus lagi.

Dengan begitu, pihaknya terus mendorong perusahaan-perusahaan baik milik BUMN maupun swasta untuk kembali peduli pada lingkungan. Langkah PJT II Jatiluhur untuk melestarikan flora, fauna dan satwa langka ini perlu diadopsi oleh semua elemen masyarakat. Supaya, ada keseimbangan di muka bumi ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA