Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Alumni SMAN 37 Jakarta Gandeng Afamart Gelar Bakti Sosial

Ahad 18 Sep 2016 18:14 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Alumni SMAN 37 Jakarta bersama Alfamart menggelar baksi sosial di YKAKI.

Alumni SMAN 37 Jakarta bersama Alfamart menggelar baksi sosial di YKAKI.

Foto: Alfamart

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum lama ini, Alumni SMAN 37 Jakarta sukses menggelar Reuni Akbar SMA Negeri 37 Tebet Jakarta Selatan Angkatan 1986 yang dihadiri lebih dari 200 alumni lintas jurusan. Setelah acara itu berjalan sukses (13/8) lalu,

komunitas yang tergabung dalam Alumni SMAN 37-86 melaksanakan Bakti Sosial ke Rumah Singgah binaan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (18/9).

"Sebagai bentuk empati dan dukungan kepada anak-anak pengidap kanker, ikatan alumni 37-86 menyalurkan sumbangan berupa uang sebesar Rp 25 juta untuk membantu operasional rumah singgah. Bantuan tersebut berasal dari sisa anggaran Reuni Akbar serta donasi para alumni. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat," ujar Sonny Wicaksono, selaku ketua panitia reuni 30 thn 37-86.

Selain memberikan bantuan operasional, dalam kesempatan tersebut, Komunitas Alumni SMAN 37 Jakarta itu juga menyalurkan bantuan berupa satu buah kursi roda anak, satu buah pressure cooker serta bantuan sponsor dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) berupa 40 paket perlengkapan sekolah, 40 paket perlengkapan mandi dan 1 buah kursi roda.

Ketua dan Pendiri YKAKI, Ira Soelistyo menjelaskan, Rumah Singgah dibangun sebagai tempat tinggal sementara bagi anak-anak penderita kanker yang sedang menjalani proses pengobatan di beberapa rumah sakit di Jakarta.

“Anak-anak ini datang dari berbagai daerah dan tengah berjuang demi kesembuhannya. Selama masa pengobatan, anak-anak beserta pendampingnya bisa tinggal di rumah ini. Adanya bantuan dari komunitas maupun korporasi tentunya akan turut membantu meringankan beban mereka," kata Ira.

Menurut Ira, selain tempat tinggal, anak-anak juga membutuhkan dukungan moral serta ruang untuk berbagi. Dia yakin, kondisi psikologis anak akan turut mempengaruhi proses penyembuhannya. "Untuk itu, kami ingin mereka tetap memperoleh suasana kekeluargaan yang penuh keceriaan, anak-anak juga bisa tetap bermain dan belajar,” kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA