Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 1,5 Triliun Tahun Lalu

Rabu 03 Feb 2016 09:13 WIB

Rep: C37/ Red: Nur Aini

OCBC NISP

OCBC NISP

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama tahun 2015, Bank OCBC NISP Tbk mencatat kenaikan kredit 26 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 85,9 triliun dari tahun 2014. Kenaikan kredit ini mendorong pertumbuhan aset 17 persen menjadi Rp 120,5 triliun per 31 Desember 2015.

Berdasarkan rilis data laporan keuangan Bank OCBC NISP pada Rabu (3/2), pertumbuhan kredit disalurkan dengan melakukan diversifikasi sektor usaha, besaran pinjaman, jenis mata uang dan jangka waktu. Sesuai jenis penggunaannya, komposisi kredit yang disalurkan untuk modal kerja mencapai 43 persen, investasi 43 persen, dan konsumer 14 persen. Pertumbuhan ini diimbangi dengan terjaganya kualitas aset (rasio NPL) pada level 0,8 persen (net) dan 1,3 persen (gross) pada akhir Desember 2015.

Dalam kondisi ekonomi yang mengalami pelemahan di 2015, dana pihak ketiga mengalami kenaikan 20 persen menjadi sebesar Rp 87,3 triliun pada akhir tahun.  Pendapatan Bunga Bersih meningkat 18 persen menjadi sebesar Rp 4,4 triliun dan mendorong laba bersih perseroan meningkat 13 persen mencapai Rp 1,5 triliun pada tahun 2015.

Kinerja perusahaan ini mencerminkan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) pada 2015 masing-masing sebesar 1,7 persen dan 9,6 persen. Sedangkan tingkat kecukupan permodalan perusahaan atau  capital adequacy ratio (CAR) sebesar 17,3 persen pada akhir 2015.

Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, pertumbuhan kinerja pada 2015 mencerminkan bisnis Bank OCBC NISP tetap tumbuh dengan solid di tengah kondisi global dan domestik yang penuh tantangan.

"Pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan dan berkualitas ini adalah hasil dari perbaikan proses dan koordinasi kerja yang menyeluruh serta perbaikan infrastruktur. Kami optimis dan siap menghadapi persaingan serta tantangan kondisi perekonomian di tahun 2016," ujar Parwati.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA