Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Pilpres 2019 Untungkan Industri Perbankan Syariah

Ahad 19 May 2019 12:58 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia (KCI), Adiwarman A Karim

Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia (KCI), Adiwarman A Karim

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Industri perbankan syariah Indonesia tumbuh positif pada kuartal pertama 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kondisi perbankan syariah setelah Pilpres 2019 jadi salah satu titik yang sangat menarik diperhatikan. Namun, Pilpres 2019 dinilai cukup menguntungkan perbankan syariah.

Baca Juga

Adiwarman Azwar Karim dari Karim Consulting mengingatkan, ada sosok-sosok yang sangat dekat dengan perbankan syariah di Pilpres 2019 ini. Uniknya, sosok-sosok itu ada di kedua kubu.

Mulai Calon Wakil Presiden 01, KH Ma'ruf Amin, sampai Calon Wakil Presiden 02, Sandiaga Uno. Bagi Adiwarman, kehadiran keduanya memberi keuntungan tersendiri kepada posisi perbankan syariah.

"Pilpres ini menguntungkan perbankan syariah, KH Ma'ruf Amin aktif dalam fatwa-fatwa syariah, dan Sandiaga Uno pemain bisnis-bisnis syariah," kata Adiwarman di Yogyakarta, Sabtu (18/5).

Lagi pula, ia merasa, sejak dulu, siapapun presidennya di Indonesia, ekonomi syariah terus berjalan. Jadi, Adiwarman meyakini, siapapun presiden yang terpilih nanti tidak mempengaruhi posisi ekonomi syariah.

Namun, Adiwarman mengingatkan, setidaknya ada tiga fenomena yang perlu diperhatikan. Pertama, ketika dunia perbankan, tidak cuma perbankan syariah, mengalami kesulitan pada 2017 lalu.

Dengan kondisi 2018 yang tidak jauh dari 2017, sempat diperkirakan pertumbuhan akan melambat pada semester pertama 2019. Namun, kenyataannya, pertumbuhan tidak melambat.

"Pertumbuhan tetap jalan, tetap naik, tapi pada saat yang sama rasio non performing financing (NPF) naik," ujar Adi saat mengisi Diskusi Perbankan Syariah yang digelar Asbisindo DIY tersebut.

Fenomena kedua, ketika pertumbuhan semester kedua 2019 setelah pemilu yang diduga akan melambat. Itu lantaran diperkirakan akan ada banyak pergantian manajemen yang terjadi.

Ia mengungkapkan, di Karim Consulting saja, ada tidak kurang 15 direksi baru yang masuk perbankan syariah. Itupun belum melihat perombakan-perombakan di level komisioner.

"Sebab, ciri-ciri direksi baru akan hati-hati, banyak lakukan evaluasi, review, dan pertumbuhan akan melambat, yang dikhawatirkan pula akan menaikkan NPF," kata Adiwarman.

Kemudian, ada fenomena ketiga yang merupakan dampak dari Aceh. Utamanya, adanya kompensasi kenaikan aset karena dikonversinya bank-bank konvensional di Aceh ke bank syariah.

Selain bank-bank konvensional, konversi ke bank syariah diprediksi terjadi pula kepada bank-bank daerah. Di Karim Consulting saja, ada setidaknya empat bank daerah yang akan konversi.

"Dan itu tidak cuma menambah aset syariah, tapi mengurangi aset konvensional," ujar Adiwarman dalam diskusi yang mengusung tema Arah dan Prospek Perbankan Syariah Pasca-Pemilu 2019 tersebut.

Meski begitu, ia tetap berpikiran positif atas kehadiran dua sosok yang sangat dekat ekonomi syariah, KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Adiwarman meyakini hal itu akan menguatkan posisi ekonomi syariah di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA