Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Ekonom: Habibie adalah Bapak Independensi BI

Kamis 12 Sep 2019 09:54 WIB

Red: Joko Sadewo

BJ Habibie

BJ Habibie

Foto: dok. Republika
BI yang independen merupakan babak baru rejim moneter Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom INDEF Dradjad Wibowo menyebut almarhum BJ Habibie mempunya peran besar dalam membuat Bank Indonesia menjadi bank sentral yang independen.

“Sebagai ekonom, saya melihat salah satu jasa terbesar beliau adalah sebagai Bapak Independensi Bank Sentral. Beliau lah yang membuat Bank Indonesia menjadi bank sentral yang independen,” kata Dradjad kepada Republika.co.id, Kamis (12/9).

Dradjad mengatakan, umumnya orang mengenang almarhum Presiden Habibie sebagai Presiden RI pada saat puncak krisis ekonomi dan guncangan politik. Atau sebagai tokoh utama ICMI yang berhasil membawa pemikiran modern Islam mewarnai arus utama kehidupan politik dan sosial ekonomi Indonesia. Munculnya Republika tidak lepas dari jasa beliau.

Atau yang sangat kuat dalam ingatan rakyat hingga anak kecil sekalipun adalah beliau sebagai ilmuwan genius. Bapak teknologi dalam Indonesia modern. "Tukang pesawat terbang, bahasa gampangnya,” kata Dradjad.

Namun sebagai ekonom, Dradjad melihat peran Habibie dalam membangun Bank Indonesia menjadi bank sentral yang independen, melalui UU No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. "Ini mengikuti praktek terbaik internasional, sebagaimana diterapkan oleh negara-negara maju,” kata Dradjad.

Langkah Habibie ini, kata Dradjad, membuka babak baru rejim moneter Indonesia. Karena sebelumnya, BI dan kebijakan moneter hanya menjadi “onderbouw” Departemen Keuangan sebagai otoritas superpower yang menguasai rejim fiskal, moneter dan BUMN Indonesia. Dengan UU 23/1999, rejim moneter menjadi jurisdiksi BI sepenuhnya.

Selama 20 tahun, kata Dradjad, masyarakat bisa merasakan bahwa independensi BI menjadi salah satu faktor kunci yang membuat perekonomian Indonesia lebih mampu memitigasi risiko-risiko krisis. Karena memang, independensi bank sentral itu menjadi syarat kunci stabilitas ekonomi.

"Itu kenangan saya tentang beliau, teriring doa semoga beliau khusnul khatimah. Menjadi ahli surga yang mulia di sisi Allah SWT,” ungkap politikus senior PAN itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA