Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Tingkat Konsumsi Saat Ramadhan dan Lebaran Tahun Ini Melemah

Kamis 06 Jun 2019 10:10 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Endro Yuwanto

Ilustrasi Belanja Lebaran

Ilustrasi Belanja Lebaran

Foto: Foto : MgRol_94
Dekatnya Lebaran dengan tahun ajaran baru sekolah membuat preferensi belanja berubah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat konsumsi di musim Ramadhan dan Hari Raya ldul Fitri 1440 H terpantau melemah. Harga sejumlah komoditas yang turun menyebabkan pendapatan produsen menurun.

Selain itu, kenaikan harga tiket pesawat membawa pada pergeseran momen konsumsi. Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan, konsumsi rumah tangga pada Lebaran kali ini bergerak lambat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Turunnya harga komoditas seperti minyak sawit dan karet membuat keluarga petani tidak bisa menikmati Lebaran," kata Bhima pada Republika.co.id, Kamis (6/6).

Bhima menilai yang paling terkena dampak adalah masyarakat di luar Jawa, khususnya Sumatra dan Kalimantan. Mahalnya tiket pesawat juga membuat sebagian masyarakat menunda mudik tahun ini. "Padahal yang naik pesawat kan kelas menengah dan atas yang menguasai 80 persen lebih konsumsi rumah tangga di Indonesia," kata dia.

Sehingga, lanjut Bhima, pasti ada pengaruh ke perekonomian secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan RI pada tahun 2018, jumlah penumpang terangkut pada H-7 sampai H-2 Lebaran sebanyak 1.732.023.

Di tahun ini, jumlah penumpang terangkut sebanyak 1.200.180, yang artinya turun 30,71 persen. Dekatnya Lebaran dengan tahun ajaran baru sekolah juga membuat preferensi belanja berubah.

Meski ada tunjangan hari raya (THR), sebagian uang disimpan untuk pengeluaran pasca-Lebaran. Bhima memprediksi, pertumbuhan ekonomi bisa jadi stagnan di 5,1 hingga 5,2 persen, hampir sama dengan tahun lalu di kuartal II sebesar 5,16 persen. "Kalau untuk mewujudkan target 5,3 persen tampaknya Lebaran tahun ini tidak bisa diandalkan," kata dia.

Padahal, kata Bhima, momen seperti Idul Fitri dan Ramadhan sangat diharapkan bisa menjadi booster bagi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, momentum lainnya yakni pada kuartal IV saat Natal dan Tahun Baru yang dapat meningkatkan permintaan musiman di akhir tahun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA