Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Ramadhan-Lebaran, Masyarakat Sudah Tarik Rp 187,2 Triliun

Jumat 31 May 2019 14:55 WIB

Red: Israr Itah

Penarikan uang (ilustrasi)

Penarikan uang (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Realisasi dana keluar (outflow) untuk penarikan itu mencapai 86 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- bank indonesia (BI) mencatat masyarakat sudah menarik uang Rp 187,2 triliun di seluruh Indonesia sejak awal ramadhan hingga Jumat (31/5), menjelang lebaran . Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, realisasi dana keluar (outflow) untuk penarikan itu mencapai 86 persen dari total ketersediaan dana yang disiapkan bank sentral dan perbankan selama Ramadhan dan Lebaran 2019 sebesar Rp 217,1 triliun.

Baca Juga

Pusat persebaran uang untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran masih didominasi Pulau Jawa non-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang mencapai Rp 69,4 triliun. Kemudian, wilayah dengan penarikan dana terbanyak juga terjadi di Jabodetabek sebesar Rp 46,8 triliun.

"Dan wilayah lainnya adalah Sumatra sebesar Rp 34,1 triliun dan kawasan timur Indonesia sebesar Rp 27,9 triliun," ujar dia.

Dana tunai yang disediakan BI bekerja sama dengan perbankan untuk Lebaran 2019 sebesar Rp 217,1 triliun itu mengalami kenaikan 13,5 persen dari periode sama di 2018 sebesar Rp 191,2 triliun.

Meningkatnya ketersediaan dana tunai ini karena panjangnya masa libur Lebaran hingga 10 hari pada tahun ini, serta kebutuhan untuk pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) para pekerja.

BI meyakini ketersediaan uang tunai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut data BI, realisasi penarikan uang tunai di masyarakat rata-rata 92 persen dari total ketersediaan dana setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Perry mengatakan, penarikan uang tunai untuk kebutuhan Lebaran akan menstimulus konsumsi rumah tangga dan juga menggeliatnya sektor riil, seperti pariwisata dan transporasi.

Oleh karena itu, di kuartal II 2019, BI meyakini, konsumsi rumah tangga akan semakin bertumbuh dan memberi peningkatan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Biasanya konsumsi itu akan meningkat, terutama di segmen pariwisata, hotel, dan restoran. Kami juga masih memantau pergerakkan investasi swasta," ujarnya.

Pada 2019, BI menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di 5,0-5,4 persen.Sedangkan untuk penukaran uang pecahan kecil, Bank Sentral mengimbau masyarakat untuk menukar uang pecahan kecil di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI, perbankan, maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI.

Di seluruh Indonesia, BI bekerja sama dengan perbankan menyiapkan 2.941 titik penukaran uang pecahan kecil, termasuk di wilayah 3T yakni wilayah terdepan, terluar dan terpencil.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA