Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

BI: Pertumbuhan Uang Beredar Melambat

Selasa 01 Jan 2019 14:45 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Foto: Republika/Prayogi
Penyaluran kredit perbankan pada November 2018 tumbuh melambat 11,9 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mengumumkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada November 2018. Posisi M2 tercatat sebesar Rp 5.670 triliun atau tumbuh 6,6 persen year on year (yoy) pada bulan tersebut.

Angka itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,2 persen. "Perlambatan M2 dipengaruhi oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi yang tumbuh melambat," ujar Bank Indonesia melalui keterangan resmi yang dikutip Republika.co.id, Selasa, (1/1).

Baca Juga

Pertumbuhan M1 dan uang kuasi menjadi masing-masing sebesar 5,0 persen yoy dan 7,1 persen yoy pada November 2018. Sebelumnya pada Oktober 2018 sebesar 6,3 persen yoy dan 7,6 persen yoy. 

Pertumbuhan M2 yang melambat dipengaruhi pula oleh penurunan aktiva luar negeri bersih dan perlambatan pertumbuhan aktiva dalam negeri bersih. Aktiva luar negeri bersih pada November 2018 mengalami kontraksi pertumbuhan yang lebih dalam menjadi minus 2,4 persen yoy dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar minus 0,7 persen yoy. 

Sedangkan, aktiva dalam negeri bersih pada November 2018 juga tumbuh melambat menjadi 10 persen yoy. Itu dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 10,4 persen yoy. 

"Perlambatan pertumbuhan aktiva dalam negeri bersih bersumber dari penurunan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus)," kata BI. Tagihan bersih kepada Pempus semula tumbuh mines 3,3 persen yoy pada bulan sebelumnya menjadi mines 3,5 persen yoy pada November 2018. 

Di samping itu, kata BI, penyaluran kredit perbankan pada November 2018 juga tumbuh melambat dari 13,1 persen yoy pada bulan lalu menjadi 11,9 persen yoy. "Transmisi suku bunga kebijakan Bank Indonesia terus berlanjut terutama pada suku bunga simpanan berjangka. Rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka seluruh tenor mengalami kenaikan pada November 2018," jelas BI.

Suku bunga simpanan berjangka tenor 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan tercatat masing-masing sebesar 6,72 persen, 6,59 persen, 6,90 persen, 6,41 persen, dan 7,00 persen. Angka-angka itu meningkat dibandingkan besaran suku bunga pada bulan sebelumnya sebesar 6,56 persen, 6,42 persen, 6,74 persen, 6,31 persen, dan 6,93 persen. 

Sementara, rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada November 2018 relatif mengalami peningkatan. Naiknya sebesar tiga basis poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 10,92 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES