Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Dirut BEI Berharap BI tak Naikkan Suku Bunga Acuan

Kamis 17 Mei 2018 17:35 WIB

Rep: Iit Septyaningsih / Red: Friska Yolanda

Peluncuran Indeks Baru BEI. Direktur Utama BEI Tito Sulistio memberikan sambutan pada peluncuran indeks saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (17/5).

Peluncuran Indeks Baru BEI. Direktur Utama BEI Tito Sulistio memberikan sambutan pada peluncuran indeks saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (17/5).

Foto: Republika/ Wihdan
Menaikkan suku bunga merupakan musuh pasar modal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap Bank Indonesia (BI) tetap menjaga suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di posisi 4,25 persen. Pasalnya, bank sentral dinilai telah melewatkan momentum untuk menaikkan suku bunga itu. 

"Kan ini sudah panjang semua, dunia sudah naik, detik ini dampaknya sudah ada. Mungkin jangan-jangan kalau sekarang naik malah memberatkan," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (17/5).

Bila BI naikkan suku bunga acuan sekarang, ia khawatir akan berdampak pada permintaan kredit. Menurutnya, kenaikan suku bunga saat ini tidak lagi bisa membuat kurs rupiah menguat. 

"Apakah tujuannya hanya menambah permintaan rupiah supaya menguat? Saya rasa tidak lagi," ujar Tito. 

Dirinya tidak memungkiri, salah satu cara menaikkan permintaan terhadap mata uang rupiah memang dengan meningkatkan suku bunga acuan BI. Hanya saja, cara tersebut, kata dia merupakan musuh besar bagu pasar modal. 

"Bank-bank sudah naikkan tingkat suku bunga depositonya, tapi kok kreditnya nggak dinaikkan," tambahnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar AS (Jisdor), kurs rupiah kini berada di level Rp 14.074 per dolar AS. Sedikit membaik dari posisi kemarin, yang di Rp 14.094 per dolar AS. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES