Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Coffee and Art Meriahkan HUT Bank BJB Ke-57

Sabtu 12 May 2018 14:08 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) didampingi Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (kanan) meninjau stan UMKM binaan saat kegiatan West Java Coffee & Art dan HUT ke-57 Bank BJB di Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) didampingi Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (kanan) meninjau stan UMKM binaan saat kegiatan West Java Coffee & Art dan HUT ke-57 Bank BJB di Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Bank BJB berkomitmen menopang kebutuhan modal petani kopi Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pekan Coffee and Art menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank BJB ke-57 di Kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/5) hingga Ahad (13/15). Event tersebut merupakan bukti keberpihakan Bank BJB terhadap pelaku UMKM, khususnya komiditas agrobisnis kopi.   

‘’Kami sangat mendukung perkembangan kopi Jabar. Apalagi, kualitas kopi Jabar diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi mancanegara,’’ ujar Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan usai Pembukaan Pekan Coffee and Art di Kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/5).

Dalam mendukung pertumbuhan agrobisnis Jabar, kata Irfan, Bank BJB telah melakukan berbagai langkah. Di antaranya, Bank BJB siap menggelontorkan dana pembiayaan bernilai fantastis untuk UMKM agrobisnis. Tahun ini saja, pihaknya menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1 triliun untuk sektor agrobisnis.

Selain itu, pihaknya kerap mengedukasi para petani kopi di beberapa sentra kopi Jabar. Di antaranya Pangalengan dan Garut. Upaya itu sengaja dilalukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kopi Jabar. Dalam mengedukasi petani kopi di Jabar, pihaknya menggandeng Institut Pertanian Bogor.

Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Agus Gunawan menambahkan, nilai pembiayaan yang tersalurkan pada sektor agrobisnis sekitar Rp 200 miliar. Menurut dia, sekitar 10 persennya untuk komoditas kopi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA