Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

BI Diminta Intervensi Agar Dolar tak Tembus Rp 14 Ribu

Rabu 25 April 2018 01:21 WIB

Red: Joko Sadewo

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan.

Foto: DPR RI
Pemerintah diminta tidak menyalahkan kondisi global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengingatkan, pemerintah dan Bank Indonesia harus mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah ini. Menurutnya, fundamentaol ekonomi harus diperkuat.

BI harus melakukan intervensi terhadap hal ini, sehingga rupiah pun dapat kembali menguat. “Kita tentu tidak ingin kurs rupiah tembus Rp14 ribu, atau bahkan Rp15 ribu. ” kata Taufik dalam siaran persnya, Selasa (24/4)

Pemerintah dan BI, menurutnya, tak bisa terus menyalahkan kondisi global. BI harus melakukan intervensi dan stabilisasi nilai tukar Rupiah,

Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) membuat nilai tukar rupiah terus terperosok. Bahkan hingga Selasa (24/4), Rupiah dibuka menguat ke level Rp 13.921 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan kemarin yang kian mendekati level Rp 14.000, tepatnya di level Rp 13.975 per dolar AS.

Taufik khawatir, pelemahan ini berdampak besar pada Indonesia. Selain memberikan pengaruh pada kondisi utang Indonesia, hal ini juga berpengaruh kepada dunia usaha. Terutama bagi usaha yang mengandalkan bahan baku impor, yang transaksinya menggunakan dolar AS. Namun hal positif dapat didapatkan industri yang menjalankan ekspor, karena akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

“Pengaruh eksternal memang ada. Tapi kita lihat, kondisi ekonomi dalam negeri baik-baik saja, sehingga seharusnya rupiah dalam kondisi stabil. Kita berharap, antisipasi dari pemerintah dan BI dapat mempercepat penguatan Rupiah, sehingga pelemahan ini hanya temporari saja,” imbuh Taufik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES