Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

BI Sebut Inflasi tak akan Naik Saat Pertemuan IMF-Bank Dunia

Selasa 13 Maret 2018 23:33 WIB

Red: Nur Aini

Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengunjungi Kabupaten Banyuwangi, Kamis (1/3), untuk meninjau kesiapan daerah tersebut dalam menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengunjungi Kabupaten Banyuwangi, Kamis (1/3), untuk meninjau kesiapan daerah tersebut dalam menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang.

Foto: dokpri
Suplai barang dan jasa akan dipastikan mencukupi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi di Bali tidak meningkat drastis dengan adanya pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada 8-14 Oktober 2018.

BI mengakui harga barang dan jasa di Pulau Dewata akan meningkat seiring banyaknya permintaan konsumsi saat penyelenggaraan pertemuan itu. Gubernur BI Agus Martowardojo selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pertemuan Tahunan IMF-WB mengatakan panitia sudah memastikan suplai barang dan jasa seperti penambahan slot dan tiket penerbangan, akses transportasi, serta ketersediaan hotel dan kantor yang cukup bagi delegasi.

"Pengendalian inflasi telah kami siapkan sejak dua tahun lalu. Kami sangat terima kasih kepada Gubernur Bali dan forum komunikasi di Bali yang menyiapkan segala sesuatunya dengan baik," ujar Agus Martowardojo usai rakor panitia nasional di Jakarta, Selasa (13/3).

Pertemuan tahunan sektor finansial itu diperkirakan akan dihadiri 15 ribu hingga 16 ribu peserta dari 189 negara. Agus mengatakan inflasi di Bali saat ini cukup terkendali. Panitia sudah menyiapkan penambahan jasa transportasi bagi delegasi agar tidak terjadi kekurangan pasokan.

Jika pasokan tidak dapat memenuhi permintaan maka akan terjadi kelangkaan barang dan jasa yang akan menyebabkan kenaikan harga. Demikian juga dengan antisipasi kekurangan tiket pesawat menuju ke Bali. Panitia sudah menerima permintaan dari Bank Dunia dan IMF untuk menambah slot penerbangan.

Menko Kemaritiman yang juga Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Tahunan IMF-WB, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Kementerian Perhubungan sedang berkoordinasi dengan beberapa maskapai untuk menambah slot penerbangan. Saat ini, maskapai Garuda Indonesia sudah menyetujui untuk menambah slot penerbangan dari Singapura menuju Bali dan sebaliknya.

"Jadi akan ada tambahan dari Singapura ke Denpasar. Kita libatkan asosiasi maupun unit kegiatan di Bali untuk respons kebutuhan yang mendesak," katanya.

Luhut juga mengatakan, pihaknya sudah memesan 21 hotel terbaik di Bali. Hal tersebut dipersiapkan untuk peserta yang akan hadir. Terdapat beberapa hotel yang disewa oleh Bank Dunia untuk dijadikan kantor.

"Kami membuat ekspektasi lebih supaya tidak ada kekurangan. Kemudian kami siap koordinasi juga karena banyak pelaku ekonomi yang datang pakai jet pribadi," ujarnya.

Bank Sentral ingin menjaga inflasi di Provinsi Bali sebesar 3,5 persen pada 2018 dan inflasi nasional di 2,5-4,5 persen pada 2018

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 Juni 2018, 00:22 WIB