Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Salurkan Edukasi Keuangan, OJK Sasar UMKM di Daerah

Senin 26 Februari 2018 15:16 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Gita Amanda

 Pengunjung melihat pameran UMKM Sumatera Barat. ilustrasi

Pengunjung melihat pameran UMKM Sumatera Barat. ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan
Data OJK indeks literasi keuangan bagi pelaku UMKM hanya 27,7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar pelatihan keuangan bagi masyarakat umum. Kali ini giliran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, yang menjadi fokus pelatihan.

Apalagi menilik data teranyar yang dimiliki OJK, indeks literasi keuangan bagi pelaku UMKM hanya 27,7 persen dengan indeks inklusi keuangan 66,6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan Pelaku UMKM di bawah indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia.

Kepala OJK Sumatra Barat, Darwisman, mengungkapkan dijadikannya UMKM sebagai salah satu target edukasi keuangan bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, pelaku UMKM memainkan peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. UMKM di Indonesia, menurut catatan OJK, telah menyerap sekitar 97,2 persen tenaga kerja dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 60,3 persen. Artinya, tumbuh kembang pelaku UMKM tidak dapat dipisahkan dari industri jasa keuangan dalam menyediakan akses keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Di hadapan para pelaku UMKM di Bukittinggi, Darwisman menjelaskan bahwa ada sejumlah aspek dalam upaya pemberdayaan UMKM di Indonesia. Yang pertama, menurutnya, adalah manajemen pemasaran produk. Kedua manajemen kelembagaan UMKM. Sedangkan poin ketiga adalah akses permodalan. Darwisman memandang, manajemen pemasaran produk yang efektif serta manajemen kelembagaan UMKM yang kuat akan mendekatkan kepada akses permodalan ke Bank.

"Nah, melalui pelatihan ini OJK mengharapkan Pelaku UMKM mendapatkan penguatan kelembagaan usaha melalui pengetahuan pengelolaan keuangan dan pembukuan usaha secara sederhana," kata Darwisman, Ahad (25/2).

Selain itu, OJK juga memberikan kesempatan kepada Pelaku UMKM dapat mengetahui lebih jauh produk dan layanan jasa keuangan yang akan disampaikan oleh narasumber dari Industri Jasa Keuangan. Sejumlah jurus sebetulnya sudah dikeluarkan OJK demi mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan inovasi pengembangan produk. Beberapa program akses keuangan yang diterbitkan di antaranya laku pandai, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Asuransi Mikro, Asuransi Usaha Tani Padi, Asuransi Usaha Ternak Sapi, dan Asuransi Nelayan, serta digital banking dan e-commerce.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA