Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

IHSG Menguat Dipicu Apresiasi Rupiah

Jumat 23 February 2018 10:09 WIB

Red: Nur Aini

Foto multiexpose pengunjung dan layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (20/2).

Foto multiexpose pengunjung dan layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (20/2).

Foto: Republika/Prayogi
Tekanan IHSG beberapa hari terakhir memicu akumulasi beli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/2), dibuka menguat 15,47 poin seiring dengan bursa saham di kawasan Asia yang bergerak di area positif.

IHSG BEI dibuka menguat sebesar 15,47 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.608,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,87 poin (0,35 persen) menjadi 1.109,11.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bursa saham eksternal yang kembali bergerak menguat memberi imbas positif pada IHSG setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir ini. "Sentimen bursa eksternal yang positif memicu investor melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang nilainya telah terkoreksi," katanya di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, kata dia, mata uang rupiah yang mengalami apresiasi turut menjadi salah satu pemicu investor melakukan aksi beli. Penguatan rupiah memberi harapan fundamental ekonmi nasional masih kuat yang akhirnya berdampak pada kinerja emiten.

Kendati demikian, kata dia, pergerakan IHSG pada akhir pekan ini masih dibatasi oleh sentimen potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Maret mendatang. Pasalnya, kenaikan suku bunga The Fed mendorong imbal hasil obligasi Amerika Serikat meningkat yang berpotensi mengubah arah kebijakan investasi investor.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakanpenghentian sementara atau moratorium pengerjaan proyek-proyek infrastruktur, khususnya yang memiliki konstruksi di atas atau melayang (elevated) yang sempat direspon negatif pasar cenderung berdampak jangka pendek.

"Evaluasi proyek infrastruktur akan berdampak baik untuk jangka panjang, yang pada akhirnya memberikan manfaat dan membantu perekonomian," katanya.

Sementara di bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 50,16 poin (0,23 persen) ke 21.786,57, indeks Hang Seng menguat 292,96 poin (0,95 persen) ke 31.258,64 dan Straits Times menguat 30,22 poin (0,88 persen) ke posisi 3.518,98.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES