Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Genjot KPR, Bank Mandiri Sasar Generasi Milenial

Kamis 22 Februari 2018 15:45 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya

Generasi milenial.

Generasi milenial.

Foto: pexels
Generasi milenial hanya mengedepankan kebutuhan pangan, sandang, dan lifestyle.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi generasi milenial dianggap perlu memprioritaskan kebutuhan hunian dengan mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri, Harry Gale, mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki kebutuhan pangan, sandang, dan papan.

Namun, kata dia, untuk generasi milenial saat ini kebutuhannya justru pangan, sandang, dan lifestyle termasuk gawai dan kebiasaan menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka di kafe. Menurut Harry, generasi milenial akan lebih sulit membeli properti karena peningkatan harga properti lebih cepat dibandingkan kenaikan pendapatan.

"Kalau dilihat seperti itu, dengan gaya seperti mereka saat ini, untuk yang di landed, mereka tidak suka yang jauh-jauh kan. Makanya kami tawarkan kepada mereka itu KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen)," kata Harry kepada wartawan di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (22/2).

Harry menjelaskan, cara mengajukan KPR syaratnya minimal penghasilan Rp 2 juta per bulan untuk di luar Jakarta. Sedangkan masyarakat yang tinggal di Jakarta syaratnya penghasilan minimal Rp 2,5 juta per bulan.Usia mengajukan KPR minimal 21 tahun.

KPR maupun KPA yang ditawarkan Bank Mandiri memiliki tenor sampai 20 tahun. Calon nasabah KPR bisa jadi nasabah Bank Mandiri atau bukan nasabah. Namun, dalam mengajukan KPR tersebut pasti akan menjadi nasabah Bank Mandiri karena proses pembayaran angsuran melalui debet dari tabungan.

Harry mendorong agar generasi milenial tetap memprioritaskan hunian. sebagai kebutuhan dasar, di samping soal gaya hidup. "Harga rumah lebih cepat dari pendapatan kita. Niat benar-benar mendisiplinkan kita supaya dicicilkan uang muka selanjutnya baru kita pikirkan ansurannya. Kapan lagi," ucapnya.

Nantinya, nominal cicilan disesuaikan dengan pendapatan. Untuk pekerja yang baru saja mendapat pekerjaan cicilannya bisa Rp 1,5 juta per bulan.

Kemudian semakin lama besaran cicilan disesuaikan peningkatan penghasilan. Dengan gaya hidup generasi milenial yang kekinian, Harry mendesak agar disiplin mengatur keuangan.

Dari segi ukiran hunian juga bertahap. Untuk tahap awal bisa membeli apartemen tipe studio. Kemudian saat penghasilan meningkat bisa membeli apartemen tipe dua kamar.

"Tips kami secara bertahap sesuai kemampuan. Kalau menurut saya memang tergantung lifestyle. Edukasi penting bagi seorang manusia kebutuhan perumahan itu wajib," ujar Harry.

Menurutnya, saat ini Bank Mandiri memang belum terlau fokus menyalurkan KPR maupun KPA kepada generasi milenial. Dari sisi portofolio masih kecil.

Hingga akhir 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KPR sebesar Rp 39,7 triliun, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 35,8 triliun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES