Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Kurs Rupiah Bergerak Melemah

Kamis 22 Februari 2018 10:22 WIB

Red: Nur Aini

Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta (ilustrasi)

Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta (ilustrasi)

Foto: ANTARA
The Fed beri sinyal menaikkan suku bunga membuat dolar AS menguat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (22/2) bergerak melemah sebesar 66 poin menjadi Rp 13.678 dibanding posisi sebelumnya Rp 13.612 per dolar AS.

"The Fed yang memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunganya membuat dolar AS kembali terapresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan hasil risalah dalam pertemuan The Fed pada 30-31 Januari yang diumumkan Rabu malam menyatakan adanya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang nanti dapat memicu inflasi. Sehingga, kenaikan tingkat suku bunga The Fed dimungkinkan terjadi. "Pascarisalah itu, sejumlah yield obligasi Amerika Serikat meningkat dan mendorong permintaan dolar AS," katanya.

Ia mengharapkan, pelemahan rupiah dapat terbatas seiring adanya pernyataan positif dari Gubernur BI, Agus Martowardojo terkait pelonggaran kebijakan makroprudensial untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan. Di sisi lain, kata dia, adanya pernyataan positif dari Kemenkeu bahwa APBN pada Januari 2018 menunjukkan perbaikan. Realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp 101,4 triliun atau 5,3 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.894,7 triliun, atau tumbuh 14,7 persen dari periode sama tahun lalu.

Kepala Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa pergerakan mata uang rupiah cenderung dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat mengenai potensi kenaikan suku bunga AS. "Hasil pertemuan The Fed yang 'hawkish' mendorong kenaikan dolar AS lebih lanjut," katanya.

Baca juga: Minim Sentimen Positif, IHSG Menguat Tipis

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES