Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Kredit Tumbuh di Bawah Target, OJK: Masih Batas Wajar

Ahad 21 Januari 2018 13:56 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

Kredit (ilustrasi)

Kredit (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan
Perbankan target kredit tumbuh 12,2 persen tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pertumbuhan kredit pada 2017 sebesar 8,35 persen year on year (yoy). Angka itu masih di bawah target tahun lalu yang di kisaran 10 sampai 12 persen. Meski begitu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, pertumbuhan sektor jasa keuangan selama 2017 sudah cukup bagus.

"Angka pertumbuhan tersebut masih di bawah Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 11,86 persen. Hanya, kami lihat hal ini masih dalam batas wajar sebab beberapa debitur masih dalam proses restrukturisasi yang dilakukan perbankan untuk memitigasi peningkatan risiko kredit," ujarnya di Jakarta, pekan ini. 

Ia menyebutkan dalam RBB 2018, perbankan menargetkan ekspansi kredit sebesar 12,2 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,6 persen. "Kami optimis dengan percepatan proses restrukturisasi serta membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik akan mendorong penyaluran kredit, " ujarnya.

Wimboh juga mengatakan, sektor pasar modal, mencatat prestasi bagus. Perhimpunan dana di 2017 menembus Rp 264 triliun. Nilai itu jauh melampaui target yang hanya sebesar Rp 217 triliun. Pergerakan IHSG, ujarnya, juga dalam tren meningkat yakni tumbuh 20 persen pada 2017. 

Bahkan di akhir tahun lalu ditutup di level 6.355,65. "Nilai itu tertinggi sepanjang sejarah dan lebih tinggi dari pertumbuhan indeks saham di bursa Singapura, Thailand, serta Malaysia," ujar Wimboh. 

Perkembangan kinerja Industri Keuangan Nonbank (IKNB) juga dinilai positif. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 20,2 persen yoy lebih tinggi dari pertumbuhan 2016 yang sebesar 18,2 persen yoy. Sementara itu, piutang pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 7,05 persen yoy.

Permodalan lembaga jasa keuangan Indonesia, kata dia, juga relatif kuat. Hal itu ditunjukkan dengan CAR perbankan sebesar 23,36 persen. "Dengan asumsi CAR disesuaikan ke level setara dengan rata-rata CAR perbankan di kawasan ASEAN yaitu 18 persen. Maka industri perbankan kita memiliki potensi untuk mendorong penyaluran kredit sampai Rp 640 triliun," tuturnya.

Baca juga: Maybank Indonesia Targetkan Kredit Tumbuh 10 persen

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES