Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Bahaya Dua Kali Gesek Kartu Kredit Menurut Cissrec

Kamis 07 Sep 2017 17:04 WIB

Red: Andri Saubani

Kartu kredit Bank Mandiri (ilustrasi)

Kartu kredit Bank Mandiri (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Communication and Information System Security Research Center (Cissrec) mengingatkan pemilik kartu debit dan kredit akan bahaya menggesek kartu tersebut selain di mesin electronic data capture (EDC).

"Bahkan, Bank Indonesia (BI) beberapa hari terakhir ini gencar melarang toko atau merchant menggesek ganda kartu debit dan kartu kredit selain di mesin EDC saat transaksi nontunai," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (Cissrec) Pratama Persadha melalui pesan singkatnya, Kamis (7/9).

Menurut BI, demi keamanan nasabah, sudah ada regulasi dan perlu ditegakkan serta disosialisaikan lebih gencar. Larangan double swipe itu, tercantum pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016. Kekhawatiran BI, menurut Pratama, beralasan karena tindakan double swipe pada mesin kasir bisa merekam data nasabah di komputer kasir. Tindakan itu berisiko karena data nasabah bisa disalahgunakan.

Pratama yang juga pakar keamanan siber itu, menjelaskan, bahwa pengamanan kartu debit dan kartu kredit di Tanah Air masih lemah sehingga mudah sekali menggandakan datanya. "Jadi, bila kartu digesek di card reader komputer kasir, sebenarnya mereka juga membaca sekaligus mengopi data kartu kita," katanya.

Kalau data pengguna kartu itu sudah dikopi, menurut dia, bisa dipakai untuk apa saja. Bahkan, data itu bisa dikopi ke kartu kosong. Hasil penggandaan kartu kredit, kata Pratama, bisa langsung dipakai, sedangkan kartu debit harus tahu PIN terlebih dahulu. "Oleh karena itu, PIN harus benar-benar kita jaga," kata Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) itu.

Pratama memandang perlu gencar melakukan edukasi kepada para nasabah terkait dengan keutamaan mengamankan data di kartu debit dan kartu kredit. "Hal ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan perbankan agar data pribadi tidak mudah diambil dan disalahgunakan," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengenang Tragedi Rawagede Karawang

Selasa , 11 Des 2018, 23:21 WIB