Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

BI Imbau Masyarakat tak Pakai Calo Tukarkan Uang Baru

Ahad 11 Jun 2017 01:44 WIB

Rep: Issha Harruma/ Red: Ratna Puspita

Warga menunjukkan uang pecahan yang ditukarkan dari mobil kas keliling Bank Indonesia di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Senin (5/6).

Warga menunjukkan uang pecahan yang ditukarkan dari mobil kas keliling Bank Indonesia di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Senin (5/6).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Utara mengimbay masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo dalam menukarkan uang baru. Warga diminta untuk memanfaatkan secara maksimal layanan penukaran uang yang disediakan BI. 

"Kami tidak bisa melarang calo menjual uang yang telah mereka tukarkan. Tapi, kami berupaya maksimal untuk menekan keberadaan mereka," kata Kepala BI Perwakilan Sumatera Utara Arief Budi Santoso, Sabtu (10/6).

Arief menjelaskan penukaran tanpa calo akan membuat masyarakat terhindar mendapatkan uang palsu. BI Perwakilan Sumatra Utara sudah memasang informasi terkait uang palsu di tempat-tempat penukaran uang.

Namun, Arief menambahkan, bukan tidak mungkin para calo itu menyelipkan uang palsu dalam uang yang mereka jual ke masyarakat. "Untuk itu, kami sarankan agar masyarakat menukarkan langsung," kata dia. 

Arief mengatakan, di Medan, pelaksanaan penukaran uang dilaksanakan BI bersama 15 perbankan menggunakan mobil kas. Penukaran ini dilakukan di lapangan Benteng Medan mulai 5 Juni hingga 22 Juni 2017. 

"Saat ini, kami bekerjasama dengan 15 perbankan, cukup untuk menghindari antrean panjang. Jadi kami harap masyarakat menukarkan sendiri dan tidak menggunakan calo," ujar dia.

BI telah menyiapkan Rp 4,3 triliun uang baru untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat menjelang Lebaran 2017. Dari jumlah itu, Rp2,1 triliun telah ditarik oleh perbankan untuk disalurkan pada masyarakat. Sisanya, masih akan terus disalurkan hingga 22 Juni 2017. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA