Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Yuan Bisa Jadi Acuan Perekonomian Indonesia

Rabu 07 Dec 2016 02:16 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Budi Raharjo

Karyawati menunjukkan mata uang Yuan di salah satu tempat penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (30/11).  (Republika/Agung Supriyanto)

Karyawati menunjukkan mata uang Yuan di salah satu tempat penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (30/11). (Republika/Agung Supriyanto)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, persepsi untuk mempertimbangkan mata uang Cina, yuan, dalam perekonomian Indonesia memang cukup relevan. Menurut dia, dolar AS saat ini tidak menjadi satu-satunya mata uang yang bisa memengaruhi perekonomian dalam negeri.

"Iya memang ini mungkin bisa. Kita lihat posisi Indonesia sendiri sekarang dengan Cina semakin besar dalam sistem perdagangan," kata Shinta melalui sambungan telepon, Selasa (6/12).

Menurutnya, perdagangan dengan Negeri Tirai Bambu harus dijadikan acuan karena perekonomian Indonesia juga tergantung kondisi pertumbuhan ekonomi Cina. Ketika perekonomian di negara tersebut anjlok, maka akan berdampak besar pada perekonomian Indonesia.

Shinta juga menuturkan bahwa perekonomian Amerika yang akan lebih tertutup dengan negara lain memang akan memberikan dampak pada negara lain termasuk Indonesia. Dengan keadaan itu, maka kurs dolar AS sudah tidak bisa seutuhnya dijadikan acuan perekonomian Indonesia. "Apalagi kita memang harus mengantisipasi kebijakan Trumph (Presiden AS) yang semakin tertutup.

Meski demikian, dolar AS akan tetap mendominasi dalam hal perdagangan. Sebab, mata uang ini telah menjadi mata uang internasional yang digunakan dalam sistem jual beli internasional. Artinya jika Indonesia harus menggantikan dolar AS dengan yuan dalam perdagangan masih belum bisa.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut bahwa kurs rupiah terhadap dolar AS bukan lagi tolak ukur yang tepat untuk melihat kondisi perekonomian Indonesia. Menurutnya, tolak ukur yang relevan digunakan saat ini adalah kurs mata uang negara yang menjadi mitra dagang besar bagi Indonesia, dan salah satunya adalah yuan, mata uang milik Cina.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA