Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Taspen Siapkan Rp 531 Miliar untuk Program THT

Senin 22 Jul 2013 14:15 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Nidia Zuraya

PT Taspen

PT Taspen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Taspen (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp531 miliar untuk pembayaran penyesuaian hak manfaat program Tabungan Hari Tua (THT), yang akan disalurkan kepada sekitar 157.400 peserta.

Sekretaris Perusahaan PT Taspen, Sudiyatmoko Sentot dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Senin (22/7), mengatakan PT Taspen akan memproses dan mengirim langsung hak penyesuaian program THT peserta ke rekening masing-masing. "Proses pengiriman hak THT peserta juga dilakukan melalui cek pos ke alamat masing-masing bagi peserta yang dibayarkan melalui kantor pos," ucapnya.

Menurut Sudiyatmoko, rata-rata besaran penyesuaian manfaat program THT berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp4,5 juta tergantung masa kerja, gaji pokok dan tunjangan keluarga. Ia menjelaskan pembayaran untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berhenti atau pensiun pada 31 Januari 2012 sampai 31 Mei 2013, dan bagi peserta atau keluarga PNS yang meninggal pada periode 1 Januari 2012 sampai 30 Juni 2013, akan menggunakan tabel gaji pokok tahun 2011.

"Hal tersebut dilakukan karena penghitungan hak manfaat THT yang dibayarkan, masih menggunakan tabel gaji pokok berdasarkan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2011," ujar Sudiyatmoko.

Namun, bagi para PNS yang berhenti atau pensiun sejak 1 Juli 2013 serta bagi peserta atau keluarga PNS yang meninggal pada atau sesudah periode 1 Juli 2013, penghitungan manfaat menggunakan tabel gaji pokok tahun 2013. Selain itu, Sudiyatmoko mengingatkan untuk menghindari pengembalian uang pensiun kepada negara, maka diharapkan para pensiunan setiap bulan secara rutin mengambil uang pensiunnya sesuai jadwal atau minimal enam bulan sekali.

"Para pensiunan juga diingatkan serta dihimbau untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan PT Taspen," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA