Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Semen Indonesia Ubah Lahan Pascatambang Jadi Wisata

Jumat 23 Februari 2018 16:39 WIB

Red: Yusuf Assidiq

Taman Bukit Daun, Tuban.

Taman Bukit Daun, Tuban.

Foto: Antara.
Objek wisata ini terletak sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Tuban.

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAN - Perseoran terbatas Semen Indonesia Tbk mengubah lahan pascatambang menjadi tempat wisata. Lokasi tepatnya taman wisata itu berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan nama Taman Bukit Daun.

Objek wisata ini terletak sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Tuban. Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto,  mengatakan Taman Bukit Daun menempati lahan seluas 1.000 meter persegi, dan telah dibangun sejak akhir Desember 2016 dan selesai Januari 2018.

"Taman Bukit Daun ini selain rindang, juga memiliki 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai, seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma, dan tanaman jenis obat yang khusus kita tanam dilahan tersebut," katanya, Kamis (22/2).

Peresmian taman dilakukan Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, bersama Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin, didampingi Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, kemudian Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto, dan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto.

Ia mengatakan, taman tersebut diharapkan menjadi wahana wisata baru bagi masyarakat. Sebab tersedia beberapa fasilitas di antaranya tempat parkir dan toilet, serta bagi yang suka melakukan swafoto, di lokasi itu juga disediakan spot atau kawasan foto yang menarik.

"Taman Bukit Daun itu kami buka setiap hari pada jam tertentu, yakni Senin Jumat pukul 15.00-17.00 WIB, sedangkan Sabtu-Ahad bisa dinikmati mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB," ujarnya.

Agung mengakui, Semen Indonesia dalam melakukan penambangan selalu mengedepankan praktik penambangan yang ramah lingkungan, sebagai contoh lahan pascatambang batu kapur dirubah menjadi sarana wisata dan hutan yang hijau.

Selain itu, ada juga lahan pascatambang tanah liat yang dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk budi daya ikan dan pengairan lahan pertanian bagi masyarakat sekitar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES