Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Fintech AwanTunai Raih Pendanaan Rp 63 Miliar

Rabu 14 Nov 2018 13:08 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Fintech Lending. Ilustrasi

Fintech Lending. Ilustrasi

Foto: Google
AwanTunai merupakan platform fintech yang menawarkan biaya yang relatif rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA - Platform teknologi finansial (fintech) untuk merchant mikro, AwanTunai, meraih pendanaan Seri A sebesar 4,3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 63 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh Insignia Venture Partners dari Singapura dan AMTD Group Hong Kong dengan partisipasi beberapa modal ventura, seperti Global Brains, Fenox Venture Capital, dan afiliasi lainnya.

AwanTunai merupakan startup program Inkubator Paypal Singapura sejak Juli 2018. CEO AwanTunai Dino Setiawan menjelaskan, AwanTunai adalah solusi pembiayaan digital mikro yang bertujuan mendigitalisasi UMKM di Indonesia.

"AwanTunai membangun distribusi digital untuk merchant mikro agar dapat mengakses modal kerja serta menerima fasilitas pembiayaan digital dari konsumen," kata Dino dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (14/11).

Melalui solusi ini, AwanTunai menyediakan solusi pembiayaan yang holistik untuk merchant mikro. Modal kerja untuk toko kelontong, bengkel sepeda motor, pengecer toko elektronik, apotek, dan pedagang mikro lainnya yang melayani kebutuhan rumah tangga sehari-hari serta melayani pembiayaan konsumen bagi para pelanggan dari merchant tersebut, sehingga membantu meningkatkan penjualan.

AwanTunai merupakan salah satu platform fintech yang menawarkan biaya yang relatif rendah untuk pasar yang belum terjangkau oleh perbankan, misi AwanTunai adalah memfasilitasi perbankan dan perusahaan multifinance yang memiliki suku bunga rendah dan menyalurkannya kepada unbanked melalui platform AwanTunai.

“Kami menyadari bahwa keberadaan fintech adalah untuk membantu lembaga keuangan yang ada melakukan distribusi yang lebih luas sekaligus menurunkan biaya akuisisi ke pasar yang belum terlayani. Harapan kami, AwanTunai dapat menjadi katalis untuk perbankan, sehingga dapat menyediakan akses layanan kredit berkualitas tinggi yang terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat," jelas Dino.

Managing Partner Insignia Ventures Partners Young Global Leader of World Economic Forum Yinglan Tan mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa masa depan layanan keuangan ada di tangan layanan perbankan digital.

"Investasi kami di AwanTunai adalah salah bentuk dukungan kami untuk menjadi penyedia layanan perbankan yang ada serta mengadopsi teknologi yang diperlukan untuk mendistribusikan produk perbankan digital.” kata Tan.

Sementara itu, Chairman of AMTD Group Young Global Leader of the World Economic Forum Calvin Choi mengatakan, pihaknya sangat tertarik dan terkesan dengan potensi yang signifikan di ASEAN.

Dengan berinvestasi ke AwanTunai, pihaknya dapat belajar serta mendapatkan wawasan baru tentang Indonesia, sebuah pasar terbesar ASEAN secara ekonomi dan populasi serta satu-satunya anggota G-20.

"Kami berharap dapat melebarkan rekam jejak kita di Indonesia serta di wilayah sekitarnya dan dapat menjalin kerja sama yang memberikan dampak signifikan dengan AwanTunai di bidang solusi keuangan digital termasuk ke depannya insurtech dan wealthtech," kata Choi.

Sesuai pernyataan Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan OJK Hendrikus Passagi, jumlah perusahaan P2P lending saat ini mencapai 73 platform dan AwanTunai merupakan perusahaan fintech yang telah terdaftar. Sampai dengan Oktober 2018, AwanTunai telah melayani 300 ribu aplikasi pinjaman. Pada kuartal empat tahun ini, AwanTunai menargetkan untuk dapat memberikan pinjaman modal kerja kepada 5.000 merchant UMKM, seperti toko kelontong, bengkel, dan toko susu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA