Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Menjadikan UKM Agar Lebih "Melek Digital"

Rabu 15 Aug 2018 16:10 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Hiru Muhammad

Pengunjung melihat pakaian bahan rajut di acara peresmian Kampung UKM Digital Kampoeng Rajoet, Jl Binongjati, Kota Bandung, Kamis (4/8). (Mahmud Muhyidin)

Pengunjung melihat pakaian bahan rajut di acara peresmian Kampung UKM Digital Kampoeng Rajoet, Jl Binongjati, Kota Bandung, Kamis (4/8). (Mahmud Muhyidin)

Foto: Mahmud Muhyidin
Hanya 8 persen UKM yang telah berbisnis melalui media online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Potensi bisnis UKM yang terus berkembang kini telah dibidik sejumlah kalangan sebagai potensi bisnis yang menggiurkan. Sejalan dengan kemajuan jaman, bisnis UKM terus dikembangkan sejumlah kalangan dengan melibatkan teknologi digital di dalamnya.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, hingga saat ini ada 59 juta pelaku UKM di Indonesia. Namun, hanya 8 persen yang telah mengoperasikan usahanya melalui media online.

"Indonesia menjadi kuat karena dibantu UKM," kata Achmad Ja’far Al Fakhry, Ketua Operasional Komunitas Pahlawan UKM, dalam keterangan tertulisnya Selasa (14/8).

Menurutnya berkembangnya bisnis UKM saat ini harus diimbangi dengan memberi pelatihan di sektor digital bagi para pelaku usahanya. Hal ini sangat diperlukan agar mereka memiliki daya saing dan mampu berinovasi di era kompetisi yang kian ketat. 

Sejumlah UKM yang dilatihnya saat ini cukup beragam. Mereka bergerak di sektor makanan, pakaian, perdagangan, jasa dan sebagainya. Penguunaan media sosial saat ini saja belum mencukupi apabila tidak ditunjang dengan manajemen pemasaran, keuangan dan promosi yang memadai.

"Pelatihan ke depan akan banyak sekali ragamnya, saat ini kami memberikan pelatihan gratis ke 70 pelaku UKM," katanya. 

Berjalannya pelatihan digital UKM tersebut tidak terlepas dari peran tiga perusahaan digital di Indonesia. Yaitu Moka, Sleekr dan KoinWorks yang ketiganya meluncurkan komunitas bertajuk Pahlawan UKM (PUKM).

Komunitas itu sebagai wadah fungsional bagi perkembangan seluruh UKM di Indonesia. Komunitas bisnis ini bertujuan untuk mentransformasi para pelaku UKM Indonesia agar mampu memajukan usaha yang digelutinya.

Sebagai Komunitas Bisnis yang dioperasikan tiga perusahaan SaaS Indonesia, Pahlawan UKM bertekad untuk menjadi wadah edukasi bagi UKM untuk melek digital. Mulai dari literasi terhadap fitur-fitur operasional bisnis secara daring hingga pemasaran digital melalui media sosial.

Terbukti, melalui media online, ragam usaha di Indonesia mampu meningkatkan bisnisnya secara signifikan. “Kami berharap agar komunitas ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi UKM Indonesia," katanya. 

Pada dasarnya, penerapan dari platform digital dapat memberikan keuntungan yang variatif bagi UKM, tidak hanya dari cakupan tetapi juga hingga ke aktivitas operasional hingga pendanaan. Karena itu, penerapan teknologi digital menjadi hal sangat penting bagi perkembangan bisnis UKM Indonesia dan Pahlawan UKM hadir untuk memfasilitasi hal tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA