Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Apple Buka Pusat Akademi di Indonesia

Senin 07 May 2018 14:58 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Teguh Firmansyah

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, resmi membuka Developer Academy pertamanya di Asia, yang berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Senin (7/5).

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, resmi membuka Developer Academy pertamanya di Asia, yang berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Senin (7/5).

Foto: Halimatus Sa'diyah
Apple dorong warga Indonesia untuk membuat beragam aplikasi baru.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, resmi membuka Developer Academy pertamanya di Asia, yang berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Senin (7/5). Apple Developer Academy merupakan pusat training di bidang komputer dan teknik yang bertujuan melahirkan pengembang aplikasi untuk iOS, sistem operasi selular milik Apple.

Wakil Presiden Apple Bidang Lingkungan Hidup, Kebijakan dan Inisiatif Sosial, Lisa Jackson, pihaknya telah mendatangkan instruktur ahli untuk menjadi pengajar di Apple Developer Academy. Instruktur yang telah dilatih oleh Apple tersebut akan membimbing peserta agar dapat mewujudkan ide-ide kreatif mereka menjadi aplikasi yang nantinya bisa dipasarkan melalui App Store.

"Ada banyak kesempatan bagi orang Indonesia untuk menciptakan aplikasi baru yang bisa dinikmati konsumen Apple di seluruh dunia," kata Lisa, dalam acara peresmian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, Indonesia merupakan negara ketiga yang dipilih oleh Apple untuk mendirikan pusat pelatihan resmi mereka, setelah Brazil dan Italia. Ia menyebut, nilai investasi yang dikeluarkan untuk Apple Developer Academy di Indonesia mencapai 44 juta dolar AS.

Selain di Tangerang, perusahaan yang bermarkas di California tersebut juga berencana untuk membangun dua pusat riset dan pengembangan lagi di kota lain. "Rencananya dua ada di Pulau Jawa, satu di luar Jawa."

Airlangga melanjutkan, Apple Developer Academy ditargetkan dapat menciptakan 600 software developer baru setiap tahunnya. Ia optimistis, kehadiran Apple Developer Academy dapat mendorong perekonomian yang berbasis digital di Indonesia. Sebab, setiap software developer lulusan Apple Developer Academy akan memegang hak paten dari setiap aplikasi yang mereka ciptakan.

Apple mencatat, pengembang iOS di seluruh dunia meraih penghasilan 26,5 miliar dolar AS pada 2017. Di Indonesia sendiri, komunitas pengembang iOS tengah berkembang pesat dan tumbuh lebih dari 50 persen selama dua tahun terakhir.

Apple Developer Academy di Indonesia merupakan hasil kerja sama antara Apple dengan Binus University. Untuk tahap pertama, mereka baru membuka pendaftaran khusus untuk pelajar tingkat universitas dari seluruh Indonesia. Tahap selanjutnya, Apple Developer Academy akan membuka pendaftaran untuk semua orang dari berbagai usia di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES