Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Australia Tutup Akses Kartu Kredit untuk Bitcoin

Kamis 08 March 2018 03:47 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Gita Amanda

Nasabah mengunakan layanan digital Bank Commonwealth. (Ilustrasi)

Nasabah mengunakan layanan digital Bank Commonwealth. (Ilustrasi)

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Penurunan tajam harga bitcoin dapat menimbulkan utang besar bagi nasabah.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Commenwelth Bank sebagai bank multinasional terbesar di Australia sudah melarang pelanggannya untuk membeli bitcoin dan sejenisnya menggunakan kartu kredit. The Sidney Morning Herald melaporkan, Commonwealth Bank sudah mengirim laporan berbentuk pesan teks pada nasabah untuk memberikan peringatan tersebut sejak awal Februari.

Sikap tersebut diambil berdasarkan penurunan nilai mata uang virtual yang merosot lebih dari 50 persen dari puncaknya pada tahun lalu. Tindakan bank-bank raksasa di dunia tersebut pada dasarnya cukup masuk akal. Penurunan tajam harga bitcoin dapat menimbulkan utang besar bagi nasabah sehingga berimbas risiko ekstra untuk bank. Commonwealth Bank khawatir risiko tersebut juga berpengaruh terhadap keuangan nasabah.

Berdasarkan data Commonwealth Bank, nasabah meminjam untuk investasi aset volatile sejenis cryptocurrency memiliki tingkat bunga kartu kredit mendekati 20 persen. Commonwealth Bank tidak membatasi atau memblokir nasabah membeli bitcoin dengan uang pribadi, seperti menggunakan kartu debit atau rekening transaksi.

Sifat mata uang virtual tidak diatur dalam regulasi dan sangat fluktuatif. Hal tersebut digunakan Commonwealth Bank sebagai acuan demi melindungi para nasabah. Commonwealth Bank merupakan bank dengan nasabah kartu kredit terbesar di Australia, yakni menguasai seperempat pasar dengan jumlah keseluruhan pengguna mencapai 53 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB