Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Kadin Inginkan Insentif Pajak Produk Lokal di E-commerce

Jumat 02 February 2018 17:49 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya

 Warga memilih barang menggunakan web aplikasi belanja online di Jakarta, Rabu (25/11).

Warga memilih barang menggunakan web aplikasi belanja online di Jakarta, Rabu (25/11).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Insentif ini lebih efektif daripada mewajibkan marketplace memberi porsi produk lokal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar dagang dan industri (Kadin) mengusulkan insentif pajak yang lebih rendah bagi produk lokal di e-commerce. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, kebijakan ini bisa mendorong agar porsi produk lokal yang diperdagangkan di marketplace lebih besar.

"Saya melihat di market online ini bagaimana kalau mereka diberikan insentif. Jual produk Indonesia, kalau perlu enggak usah bayar deh. Porsinya cuma 6-7 persen juga kok," ujarnya, di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/2).

Rosan menilai, pemberian insentif pajak akan lebih efektif daripada pemerintah mewajibkan penyelenggara marketplace untuk memberikan porsi pada produk lokal dengan persentase tertentu. "Kalau mau mewajibkan, tapi barangnya nggak ada, juga susah."

Ia memandang, dominasi produk impor yang diperdagangkan di e-commerce saat ini sudah pada level tidak normal. Jika kondisi ini dibiarkan, Rosan khawatir, industri nasional sulit berkembang.

Sebelumnya, CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengakui ada dominasi produk impor yang diperdagangkan di e-commerce. Di Blibli sendiri, menurut dia, dari 2,5 juta produk, hanya sekitar 100 ribu yang merupakan produk dalam negeri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES