Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Baznas dan PGN Salurkan Bantuan Sulawesi Tengah

Kamis 01 Nov 2018 22:19 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Alat berat membersihkan sisa bangunan dan meratakannya dengan tanah di area bekas gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018).

Alat berat membersihkan sisa bangunan dan meratakannya dengan tanah di area bekas gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/10/2018).

Foto: Antara/Mohamad Hamzah
PGN juga mengirimkan buku bacaan untuk trauma healing.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Division Head of Corporate Social Responsibility Perusahaan Gas Negara (PGN), Agung Raka Haryana mengatakan, pihaknya menyalurkan dana bantuan untuk penyediaan makanan siap saji bagi para pengungsi.

"PGN mempercayakan penyaluran bantuan ini melalui Baznas karena Baznas memiliki berbagai program penyaluran zakat yang dikalola professional, termasuk pengelolaan donasi bantuan kemanusiaan," katanya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (31/10).

Selain itu, Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Baznas juga menyalurkan buku-buku bacaan sebagai bagian dari penanganan trauma kepada anak-anak yang terdampak bencana tersebut. Sebanyak 5.000 buku dari berbagai macam jenis bacaan anak yang dikemas dalam 200 dus siap dikirim ke Palu.

Sementara Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, pihaknya melayani masyarakat dan institusi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah melalui berbagai program yang dilaksanakan di lokasi.

“Anak-anak sangat rentan dengan kondisi traumatis yang mereka alami pasca-gempa dan tsunami, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari seluruh pihak. InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi upaya pemulihan kondisi psikologis mereka,” katanya.

Buku-buku yang dikirimkan ini disiapkan untuk menambah layanan trauma healing yang telah dilaksanakan Baznas melalui Tim Lembaga Beasiswa Baznas. Di pos tersebut, dilakukan pendampingan kepada anak-anak pengungsi yang menjadi korban.

Selain program Trauma Healing, Baznas telah mendirikan 10 pos pelayanan yang tersebar di Palu, Donggala dan Sigi. Dari 10 pos tersebut, terdapat berbagai macam layanan, mulai dari layanan kesehatan, masjid darurat, sarana air bersih, serta layanan dapur umum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA