Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Samindo Resources Rambah Sektor Energi Terbarukan

Kamis 27 Jul 2017 01:00 WIB

Red: Satria K Yudha

Presiden Direktur Samindo Resources Kim Jung Gyun (kanan) didampingi Direktur Independen Samindo Resources Ahmad Saleh, menjelaskan rencana ekspansi bisnis kepada awak media, di Jakarta, Rabu (26/7).

Presiden Direktur Samindo Resources Kim Jung Gyun (kanan) didampingi Direktur Independen Samindo Resources Ahmad Saleh, menjelaskan rencana ekspansi bisnis kepada awak media, di Jakarta, Rabu (26/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Samindo Resources Tbk memutuskan melakukan diversifikasi usaha. Perusahaan dengan bisnis utama pertambangan batu bara tersebut, mulai menjajaki sektor energi terbarukan. 

Presiden Direktur Samindo Resources Kim Jung Gyun mengatakan, diversifikasi bisnis perlu dilakukan karena batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. "Sehingga tidak bisa bertahan selamanya," kata Kim saat berbincang dengan awak media, di Jakarta, Rabu (26/7). 

Energi terbarukan jadi bidikan Samindo lantaran pemerintah Indonesia dinilai berkomitmen mengembangkannya. Sehingga, kata Kim, sektor ini memiliki potensi besar untuk digarap. 

"Kita harus terus mengembangkan bisnis. Dan kami sangat antusias dengan energi terbarukan," katanya. 

Kim mengatakan, Samindo sedang mengincar proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digarap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Samindo bahkan sudah mengikuti proses tender untuk sejumlah PLTS berkapasitas di bawah 100 megawatt yang akan dikembangkan di Sumatra.

Direktur Independen Samindo Resources Ahmad Saleh menceritakan, perusahaan sejak awal memang kerap melakukan diversifikasi bisnis. "Awalnya kami memulai di jasa pertambangan, kemudian masuk ke pengeboran, transportasi, dan sekarang menjajaki energi terbarukan," ujar Saleh. 

Saleh optimistis energi terbarukan jadi sektor menjanjikan. Apalagi, pemerintah  menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Target bauran energi bahkan ditingkatkan lagi menjadi 35 persen pada 2050. 

"Energi batu bara sudah semakin berkurang sehingga penggunaannya akan semakin kecil. Karena itu, energi terbarukan patut dikembangkan," kata Saleh.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA