Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Gas Bumi, Solusi Apindo Jateng demi Bersaing dengan Jatim

Rabu 30 Nov 2016 08:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi kilang gas bumi.

Ilustrasi kilang gas bumi.

Foto: Antara/Puspaperwitasari

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah berharap segera bisa memanfaatkan gas bumi sebagai sumber energi untuk keperluan produksi. Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan pengusaha akan lebih kompetitif menghadapi persaingan pasar jika menggunakan energi yang murah dan efisien seperti gas bumi.

Ia mengungkapkan dalam dunia industri, pengeluaran untuk energi berada di peringkat kedua setelah bahan baku. Dengan demikian, energi bisa ditekan maka pengusaha akan makin kompetitif. Frans Kongi mengakui jika saat ini ada beberapa pengusaha di Jateng yang telah menggunakan gas bumi sebagai sumber energi. Namun, jumlahnya masih relatif sangat sedikit.

Terkait dengan hal itu, Apindo Jateng berharap pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi di Jateng segera terealisasi karena rencana tersebut sudah didengar sejak 15 tahun yang lalu. "Jika pipa gas sudah melewati pabrik, semua pengusaha mau menggunakan gas bumi," ujarnya, Selasa (29/11).

Menurut dia, pengusaha di Jateng sudah siap menggunakan gas bumi sebagai sumber energi untuk produksi. Kendati demikian, kata dia, gas yang digunakan pengusaha Jateng saat ini bukan gas bumi yang dialirkan melalui pipa.

"Kami beli gas diangkut pakai truk dari Gresik dan harganya jauh lebih mahal daripada gas yang dialirkan dengan pipa sehingga dengan kondisi seperti sekarang ini, pengusaha di Jateng tidak akan mampu bersaing dengan pengusaha dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta," katanya.

Sementara itu, Pemprov Jateng terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jaringan gas untuk kawasan industri dan nonkawasan industri. Targetnya, pembangunan transmisi jaringan gas di Jateng sudah selesai pada tahun 2018. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jateng Teguh Dwi Paryono menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur gas menjadi kewenangan pemerintah pusat, seperti pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga di Tambaklorok Kota Semarang yang menjadi kewenangan PT Perusahaan Gas Negara.

"Kawasan-kawasan industri diharapkan bisa disuplai gas, entah CNG (compressed natural gas) atau LNG (liquefied natural gas), semua sedang berproses, termasuk PGN," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA