Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

Wednesday, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 January 2019

PGN: Makin Banyak Konsumen Manfaatkan Gas PGN

Kamis 18 Feb 2016 13:59 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kegiatan di Stasiun Penerima dan Penyalur Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Serang, Banten/Ilustrasi

Kegiatan di Stasiun Penerima dan Penyalur Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Serang, Banten/Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan jumlah pengguna gas bumi yang dipasok oleh PGN terus mengalami pertumbuhan. Peningkatan tersebut terjadi tidak hanya untuk konsumen industri saja, tetapi juga konsumen rumah tangga.

Salah satu wilayah yang pertumbuhan penggunaan gas PGN meningkat adalah Medan, Sumatra Utara. Saat ini, menurut Kepala Area PGN Medan Sabaruddin, jumlah pelanggan komersil baik itu hotel, restoran, rumah makan, dan UKM di Medan mencapai 494 pelanggan.

"Kami juga menyalurkan gas bumi ke 47 industri, dan sekitar 20 ribu pelanggan rumah tangga. Panjang pipa gas di Medan untuk menyalurkan gas bumi ke pelanggan mencapai 657 kilometer (km). Kami terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakati," ungkap Sabaruddin dalam keterangan tertulis kepada , Kamis (18/2).

Sementara secara nasional, hingga saat ini pelanggan PGN terus bertambah. Untuk rumah tangga lebih dari 107.690 pelanggan, untuk usaha komersial dan usaha kecil sudah lebih dari 1.857 pelanggan, dan untuk industri serta pembangkit listrik sudah lebih dari 1.529 pelanggan.

Sedangkan dari sisi infrastruktur,  panjang pipa gas bumi PGN termasuk pipa transmisi open access dan distribusi total sekitar 6.971 km. Panjang pipa ini merepresentasikan 76 persen dari panjang pipa gas hilir yang ada di Indonesia.

Tahun lalu secara nasional PGN menyalurkan gas bumi sebanyak 1.586 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Ini setera dengan penggunaan 286 ribu barel minyak per hari. Dengan penyaluran gas sebanyak 1.586 MMSCFD ini, memberikan penghematan kepada pelanggan sebesar Rp 88,03 triliun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES