Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Dana Desa Biayai Pembangunan Talud Penahan Ombak

Kamis 27 Dec 2018 13:57 WIB

Red: Gita Amanda

Pekerja merapikan Sheet pile pembangunan Dam (dinding penahan ombak) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (11/8). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Pekerja merapikan Sheet pile pembangunan Dam (dinding penahan ombak) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (11/8). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Talud penahan ombak dibutuhkan karena rumah warga terancam abrasi saat air pasang.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Pemerintah Desa Tapunggaeya, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara memanfaatkan dana desa untuk membiayai pembangunan talud penahan ombak. Ini sangat dibutuhkan sebab sudah mengancam ratusan rumah warga karena abrasi.

Wakil Bupati Konawe Utara, Raup melalui saluran telepon dari Wanggudu, Kamis (27/12), mengatakan pembangunan talud penahan ombak sepanjang 288 meter sejalan dengan program kerja desa yang dirumuskan melalui musyawarah bersama Badan Perwakilan Desa.

"Talud penahan ombak dibutuhkan karena rumah warga terancam abrasi saat air pasang sehingga diusulkan saat penyusunan program kerja pembangunan desa Tapunggaeya," katanya.

Secara terpisah Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tapunggaya, Sumardin, mengatakan anggaran dana desa yang bersumber dari APBN 2018 sebesar Rp 865 juta lebih dimanfaatkan membangun talud penahan ombak. Selain membangun talud penahan ombak juga dibangun drainase ukuran 60x40 sepanjang 85 meter kemudian 40x30 sepanjang 142 meter, pembuatan deuker 1x6 meter, pemagaran gedung PAUD sepanjang 41 meter dan sumur gali.

Kepala Desa Tapunggaya, Aksam, mengatakan program pembangunan 2019 belum ditetapkan karena masih dalam proses penyerapan aspirasi warga desa. "Sesuai pedoman penggunaan dana bahwa seluruh program pembangunan harus berdasarkan musyawarah warga bersama BPD. Penekanannya mengutamakan pemberdayaan masyarakat desa dalam pelaksanaannya," kata Aksam.

Mayoritas penduduk Desa Tapunggaeya bekerja sebagai nelayan. Sehingga diusulkan pengadaan alat tangkap ikan ramah lingkungan 2019.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA