Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

BJB Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Dirut BJB: Biasanya Pengusaha UMKM Keluar Kantong Kiri Keluar Kantong Kanan

Jumat 20 May 2016 09:09 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Rahmat Santosa Basarah

PELATIHAN UMKM : Bupati Bandung H Dadang M Naser (kanan) didampingi Dirut Bank BJB Ahmad Irfan (tengah) dan Direktur Mikro Bank BJB Agus Gunawan meninjau sejumlah produk UMKM binaan di sela acara Pelatihan Kewirausahaan dan UMKM di Gedung Budaya Sabilulung

PELATIHAN UMKM : Bupati Bandung H Dadang M Naser (kanan) didampingi Dirut Bank BJB Ahmad Irfan (tengah) dan Direktur Mikro Bank BJB Agus Gunawan meninjau sejumlah produk UMKM binaan di sela acara Pelatihan Kewirausahaan dan UMKM di Gedung Budaya Sabilulung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bank Jawa Barat (BJB) menargetkan pengucuran kredit usaha pada 2016 mencapai Rp 6,4 triliun. Angka ini naik 30 persen atau sebesar Rp 2,4 triliun dari tahun sebelumnya. Direktur Utama BJB Ahmad Irfan menuturkan realisasi pengucuran kredit selama kuartal pertama tahun ini sudah mencapai  Rp 4 triliun. "Kita sudah memperbaiki proses kredit kita," tutur dia, Kamis (19/5), usai menghadiri kegiatan pelatihan kewirausahaan di Soreang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan pelatihan kewirausahaan itu, lanjut Irfan, sebagai langkah BJB untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang mulai berkembang di tengah masyarakat. Bentuk pemberdayaan ini tidak lagi dengan langsung memberikan dana, tapi dengan mengedukasi masyarakat mengenai dunia wirausaha. "Bentuknya tidak lagi memberikan dana secara langsung, tapi dengan edukasi bahwa dana (kredit usaha) ini akan digunakan untuk usaha sehingga ada cashflow-nya," ujar dia.

Pihaknya melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM atau mereka yang bertekad menjadi pengusaha, untuk kemudian diberikan pengetahuan seputar dunia bisnis. Setidaknya, para pelaku UMKM itu paham tentang bagaimana mengembalikan dana yang telah dipinjamkan BJB. "Paling tidak, pengembalian atas pinjaman itu termasuk dalam hitungan (bisnis) mereka," kata dia.

Selama ini, Irfan mengakui, perhitungan usaha yang dibuat pelaku UMKM tidak sampai pengembalian pinjaman. Mereka belum mengetahui cara penghitungan usaha sampai pada pengembalian pinjaman. "Jadi keluar kantong kanan dan keluar kantong kiri. Maka akan rugi. Nah ini yang kita bina dalam rangka menyukseskan UMKM yang ada," jelas dia.

Sektor UMKM yang dibina BJB beragam. Mulai dari infrastruktur, garmen, dan juga kuliner. Namun, sektor yang paling banyak digeluti yakni kuliner. "Melalui pelatihan ini juga, kami mau meratakan pembangunan di kabupaten/kota," ungkapnya. rfan juga menjelaskan, klasifikasi BJB untuk mengucurkan dana kredit usaha ini ada empat klasifikasi. "Kalau sudah biru, ya bisa langsung kita kasih, kalau hijau, ya kita adakan seleksi dulu," papar Irfan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA