Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Produksi Susu Nasional Dikhawatirkan Turun

Selasa 18 Feb 2014 16:31 WIB

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya

Susu segar

Susu segar

Foto: shutterstock

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 30 ribu sapi perah telah diungsikan menyusul erupsi Gunung Kelud. Kondisi sapi-sapi ini stres, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi produksi susu nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan bantuan pakan ternak amat dibutuhkan saat ini. Akibat stres, kualitas susu sapi dikhawatirkan menurun. Sejauh ini pemerintah telah mengirimkan batuan vaksi sapi dan vaksin influenza untuk menjaga kondisi sapi perah. "Butuh waktu satu sampai dua bulan bagi sapi agar normal kembali," katanya ditemui pada forum yang diadakan Nestle di Four Season Hotel Jakarta, Selasa (18/2).

Sentra produksi susu terdapat di Pujon, Malang dan Keduru. Disana terdapat 10 ribu peternak dengan total populasi sekitar 30 ribu sapi. Bantuan yang diperlukan ternak saat ini yaitu pakan hijauan segar.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Kadisnak Jatim) Maskur mengatakan secara umum produksi susu nasional tidak mengalami masalah. Tahun 2013 Jatim berkontribusi terhadap produksi susu nasional sebesar  461.880 ton. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry menginyakan bahwa sapi perah di Jatim sempat tidak berproduksi paska diungsikan. Pihaknya telah mendistribusikan 10 ton pakan untuk sapi perah yang diungsikan. "Kita akan menambah 60 ton lagi berupa rumput untuk bantu petani," katanya.

PT Nestle menyerap sekitar 600 ton susu setiap hari dari Jawa Timur. Pihaknya berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembalikan kondisi sapi di pengusngsian agar segera membaik. Namun ia tidak menampik kemungkinan gangguan produksi dalam beberapa hari kedepan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES