Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Anak Usaha Japfa Beli Peternakan Sapi Australia

Rabu 02 Oct 2013 20:31 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Mansyur Faqih

 Sapi impor asal Australia diturunkan dari kapal pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/7).  (Republika/Aditya Pradana Putra)

Sapi impor asal Australia diturunkan dari kapal pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/7). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Santosa Agrindo telah membeli dua peternakan sapi Australia dengan lahan gabungan seluas 555 ribu hektare. Kapasitas pemeliharaan sapi kedua peternakan itu mencapai 45 ribu ekor.

Kedua perusahaan yang diakuisisi anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) ini adalah Riverian Station dan Inverway Station. Pembelian ini dilakukan melalui Japfa Santori Australia Pty Ltd. 

"Kedua peternakan berlokasi di Victoria River Downs di Northern Territory, Australia," kata Sekretaris Perusahaan Maya Pradjono, Rabu (2/10).

Kedua lahan memiliki 25 ribu ekor sapi indukan yang mampu memproduksi sapi pengganti serta 12 ekor sapi bakalan per tahun untuk tujuan pasar Asia Tenggara. Santori sendiri memerlukan 150 ribu ekor sapi bakalan per tahun untuk memenuhi kebutuhan rantai pasoknya di Indonesia. Sapi bakalan kebanyakan diperoleh dari Australia dan sebagian juga dari peternak sapi lokal di Indonesia.

Investasi ini hanya berkontribusi kecil terhadap total kebutuhan Santori. Namun Maya menilai ini merupakan langkah penting dalam melengkapi strategi integrasi usaha hulu-hilir Santori. "Saat ini Santori telah memiliki delapan ribu ekor sapi indukan di pembiakan di Lampung," kata dia.

Santori akan terus menjalin kerja sama dengan produsen sapi Australia. Perseroan juga akan terus melakukan peningkatan mutu sapi melalui seleksi genetik untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA