Selasa, 11 Zulqaidah 1439 / 24 Juli 2018

Selasa, 11 Zulqaidah 1439 / 24 Juli 2018

Induk Usaha Pizza Hut Siap IPO Pertengahan 2013

Selasa 26 Februari 2013 14:36 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Induk usaha Pizza Hut PT Sriboga Raturaya akan melepas sahamnya ke publik tahun ini. Perseroan berencana akan melakukan initial public offering (IPO) pada semester kedua.

"Lihat situasi dulu. Kemungkinan tahun ini, kalau tidak setelah pemilu," ujar Presiden Direktur PT Sriboga Ratu Raya Alwin Arifin di Jakarta, Selasa (26/2).

Perseroan memilih tahun ini untuk IPO lantaran tahun depan akan dilaksanakan pemilihan presiden. Perseroan menilai tahun depan pasar tidak akan terlalu kondusif sehingga waktu tersebut tidak cocok untuk IPO. Perseroan akan menggunakan buku laporan keuangan Juni 2013.

Perseroan juga tidak buru-buru melepas saham karena baru saja menambah investor Jepang, yaitu Mitsubishi Corporation. Untuk itu perseroan ingin melihat terlebih dulu sinergi dan dampak dari masuknya investor terhdap kinerja perusahaan.

Alwin mengakui di sepanjang semester pertama perseroan juga masih ingin mencapai target-target tertentu sebelum siap untuk IPO. "Kalau pakai buku Desember tidak sempat karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Alwin.

Perseroan merencanakan akan melepas saham 15-25 persen dengan target dana sebesar Rp 700 miliar. Alwin mengatakan sebagian besar dari hasil dana IPO akan dipakai untuk ekspansi usaha. Perseroan berencana untuk melakukan perluasan pabrik di Semarang dan mengembangkan waralaba baru perseroan, yaitu Marugame Udon.

Sebesar Rp 200 miliar akan digunakan perseroan untuk membayar utang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk.

PT Sriboga Ratu Raya adalah induk usaha dari PT Sriboga Flour Mill, PT Sriboga Bakeries Integra, PT UD Sumber Rezeki, PT Sari Melati Kencana yang memegang waralaba Pizza Hut dan yang baru adalah PT Sriboga Marugame Indonesia. Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 4,5 triliun atau naik dari tahun lalu yang hanya Rp 3,5 triliun.

Ketua Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indoesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengungkapkan dengan rencana melantainya Sriboga ke bursa merupakan angin positif bagi perkembangan perusahaan tepung terigu di Indonesia. "Industri ini berpotensi luar biasa sehingga perusahaan dapat meningkatkan kapasitas melalui IPO," kata Frans ketika ditemui wartawan.

Sepanjang 2012 kapasitas produksi tepung terigu di Indonsia setara dengan 6,9 juta ton gandum. Hasil ini diperoleh dari 21 perusahaan tepung yang terdaftar di asosiasi. Tahun lalu asosiasi pencatat pertumbuhan tepung terigu Indonesia sebesar tujuh persen atau setara 500 ribu ton per tahun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES